Selasa, 23 Januari 2018 16:10

Imbas Gempa 6,1 SR untuk Pantai Sawarna dan Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Rumah yang hancur akibat gempa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (23/1/2018).
Rumah yang hancur akibat gempa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (23/1/2018). [Istimewa]

Limawaktu.id,- Goncangan gempa 6,1 SR dengan kedalaman 10 kilometer menghancurkan puluhan rumah di Pantai Sawarna, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (23/1/2018).

Gempa yang berpusat di Baratdaya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten itu membuat warga sekitar warga dan wisatawan Pantai Sawarna panik. Bahkan, gempa terasa hingga sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi.

Agung Maolana (24), warga sekitar Pantai Sawarna menuturkan, gempa yang mengguncang daerahnya itu cukup keras.

“Banyak rumah yang ambruk,” ucap Agung saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (23/1/2018).

Untungnya, gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami. “Rumah saya allhamdulilah aman, cuma gentengnya aja. Tetangga depan rumahnya ambruk,” ujarnya.

Selain itu, gempa juga mengakibatkan sejumlah akses jalur Bayah menuju Malingping, Lebak mengalami retakan dan menghancurkan salah satu masjid di sekitar Pantai Binuangeun, Lebak, Banten hancur.

Sementara itu, suasana di Kota Cimahi, meski dilaporkan tidak ada kerusakan, namun gempa sempat membuat warga panik dan berhamburan.

Di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi, seluruh staff dan anggota DPRD Kota Cimahi berhamburan keluar, dengan raut wajah kaget dan panik.

“Setidaknya saya sudah menyuruh mereka keluar agar tidak terjadi apa-apa,” ujar Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan.