Senin, 24 Desember 2018 11:36

Ibu dan Anak Asal Cimahi jadi Korban Tsunami Saat Liburan di Pantai Carita, Begini Cerita Keluarga

Reporter : Fery Bangkit 
Pemakaman korban tragedi Tsunami di Pantai Carita, Banten, Sabtu (22/12/2018).
Pemakaman korban tragedi Tsunami di Pantai Carita, Banten, Sabtu (22/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Feni Win Purwanti (32) dan anaknya, Fiko Alkhalifi (7), warga Jalan Pasir Kumeli, RT 01/21, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi turut menjadi korban tragedi Tsunami di Pantai Carita, Banten, Sabtu (22/12/2018).

Keduanya saat itu tengah berlibur berdama keluarga besar dari Kabupaten Sumedang. kemarin. Keduanya sudah dimakamkan berdampingan di pemakaman umum Jalan Baros, tanpa dihadiri suami sekaligus sosok ayah, Kopda Tresna Wibisana, yang sedang bertugas di Lebanon. Kopda Tresna saat ini sedang berada di Lebanon, melaksanakan tugas penjaga perdamaian PBB, sejak awal bulan Desember 2018.

Berdasarkan pantauan di rumah duka, Senin (24/12/2018), bendera kuning dan karangan buka ucapan belasungkawa tampak berjejer di sudah terpajang di area rumah.

"Iya dia ikhlas kalau istri dan anaknya sudah tidak ada, kebetulan dia juga lagi tugas jadi tidak bisa datang. Dia bilang langsung dimakamkan saja, jangan menunggu datang," ungkap kakak kandung Tresna, Ivan Bristianto, saat ditemui di rumah duka, Jalan Pasir Kumeli, RT 01/21, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Senin (24/12).

Dia menceritakan, kabar meninggalnya Feni dan Fiko justru didapat dari Tresna, yang menerima kabar duka tersebut dari keluarga istrinya, yang sedang berlibur ke Pantai Carita. Pihak keluarga besar Tresna sendiri baru mengetahui kejadian tsunami di Pantai Carita dari berita di tv, yang langsung mencoba menghubungi Feni.

"Justru kita dapat telepon dari Tresna, katanya Feni dan Fiko kena tsunami di Carita. Kita cek tv ternyata betul. Kita langsung coba hubungi tapi tidak aktif," katanya.

Salah satu anggota keluarga besar Feni yang ikut menjadi korban namun selamat, langsung menghubungi keluarga besar Tresna sambil menunggu kabar lanjutan ditengah kepanikan.

"Semua jelas panik, kita tunggu kabar saja. Tidak ada yang kesana, tapi tidak putus komunikasi. Keluarga besar Feni yang selamat hanya 3 orang, sisanya jadi korban. Kurang jelas juga berapa jumlahnya," tuturnya.

Pihak keluarga saat ini masih dalam suasana duka, sambil menunggu kedatangan Tresna yang sedang dalam perjalanan pulang dari Lebanon.

Baca Lainnya