Kamis, 2 Januari 2020 10:03

Hujan Deras Diujung Tahun, 11 Titik Longsor Sebabkan Rumah Warga Rusak Parah di Cimahi

Ruas jalan setapak longsor dengan panjang sekitar 2 meter
Ruas jalan setapak longsor dengan panjang sekitar 2 meter [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Hujan deras pada Selasa (31/12/2019) sore menimbulkan 11 titik Longsor di Kota Cimahi. Longsor tersebut juga mengakibatkan tiga rumah roboh, dan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, sebelas titik longsor terjadi di Kampung Sawah Barat III RT 03/RW 02, Kompleks Puri Cipageran 1 RT 01/RW 28, Kampung Cileutik RT 05/ RW 14, Kampung Lebak Saat RT 02/RW 18, Kompleks Bukit Cipageran RT 03/RW 08, Kampung Pondok Cibaligo RT 01/RW 10.

Selanjutnya di Kompleks Cipageran Asri RT 04/RW 10, Kp Bobojong RT 06/RW 15, Jalan Karyabakti Kampung Pasirkiara RT 02/ RW 16 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Jalan Sukamaju 14 RT 09/RW 06 Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan serta di Jalan  Mukodar Selatan RT 07/ RW 08.

"Sejak kemarin intensitas hujannya cukup tinggi, menyebabkan longsor di beberapa titik. Dampak dari longsor tersebut tiga rumah roboh, ada juga rumah yang mengalami kerusakan," ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Emir Faisal, melalui keterangan rilisnya pada Rabu (1/1/2020).

Rumah yang mengalami kerusakan, di antaranya rumah milik Dede (45) di Kp Cileutik RT 05/RW 14, Kelurahan Cipageran,Kecamatan Cimahi Utara. Rumah yang dihuni oleh 3 Kepala Keluarga (KK) dengan 14 jiwa ini mengalami kerusakan di bagian belakang dengan panjang sekitar 25 meter dan lebar sekitar 15 meter.

"Selain rumah, 1 kandang kambing ukuran sekitar 1x5 meter roboh terbawa longsor. Tidak ada korban luka maupun jiwa. Namun berpotensi terjadinya longsor susulan," kata Emir.

Longsor juga menyebabkan bagian belakang rumah milik Karman (48) di Kp Pondok Cibaligo RT 01/RW 10 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara jebol dengan panjang 12 meter persegi, tinggi 15 meter persegi, dan lebar 3 meter persegi.

"Penyebabnya erosi tanah oleh air dari saluran pembuangan yang bocor. Tidak ada korban jiwa," ucap Emir.

Akibat longsor yang terjadi kemarin, rumah milik Irman Muhamad (25) di Jalan Kenanga Kp Sukamaju 14 RT 09/RW 06, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah roboh. Rumah tersebut dihuni oleh 2 KK dengan 5 jiwa.

"Ruas jalan setapak yang ada di daerah tersebut longsor dengan panjang sekitar 2 meter dan tinggi 1,5 meter, dan menimpa sebuah rumah. Rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, sehingga penghuni rumah diungsikan ke rumah orang tuanya," terang Emir.

Longsor tidak hanya merusak sejumlah rumah, tapi juga beberapa akses jalan, dan menutupi aliran selokan. Seperti yang terjadi di Kp. Bobojong RT 06/ RW 15
Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

"Penyebabnya erosi tanah yang dipicu oleh air hujan, sehingga material longsoran menutupi aliran selokan dengan luas area
terdampak kurang lebih 15x6 meter persegi . Akibatnya, 3 unit rumah milik warga  berpotensi terbawa longsor susulan," terangnya.

Selain longsor, sejumlah titik juga mengalami banjir dengan ketinggian beragam. Diantaraya di RT 04/RW 09 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara dengan ketinggian sekitarv50 sentimeter. Penyebabnya debit air melebihi daya tampung drainase dipicu hujan dengan intensitas tinggi.

Banjir juga terjadi di Komplek Bukit Cipageran RT 07/RW 08 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Penyebabnya karena tertutupinya selokan oleh material bangunan dipicu hujan deras dan angin kencang. Banjir di wilayah ini berdampak dengan terendamnya 3 unit rumah milik warga.

"Jalan Warung Contong Timur RT 03-04/ RW 09 Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah mengalami banjir dengan ketinggian 50 sentimeter, karena debit air melebihi daya tampung drainase dipicu hujan dengan intensitas tinggi," terang Emir.

Menurutnya, upaya yang dilakukan pihak BPBD Kota Cimahi adalah melakukan assessment kaji cepat ke lokasi kejadian, berkoordinasi dengan warga setempat, serta memberikan bantuan logistik.

"Sedangkan upaya yang diperlukan,  assessment penaksiran kerusakan dan kerugian terdampak bencana. Diperlukan juga assessment mitigasi bencana dalam upaya pencegahan longsor lanjutan," tuturnya. 
 
 

Baca Lainnya