Kamis, 31 Januari 2019 12:15

Honorer di Cimahi Berharap ada Kejutan Usai Pilpres 2019

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Ribuan honorer di Kota Cimahi berharap ada kebijakan yang menguntungkan para honorer usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Harapannya tentu saja diangkat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, wacana skema baru melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga dimudahkan bagi para honorer.

Baca Juga : Gaji Honorer Kecil, Begini Respon Wali Kota Cimahi

"Kami masih berharap ada kejutan ditahun politik," kata Koordinator Pegawai Aliansi Honorer K2, Eko Marhendro saat ditemui di DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Kamis (31/1/2019).

Saat ini, jumlah honorer di Kota Cimahi mencapai sekitar 2.200 orang, yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik lainnya. Mereka masih berharap pimpinan hasil Pemilu 2019 nanti membuat kebijakan yang mengakomodir para guru honorer.

Baca Juga : Penghasilannya Honorer di Cimahi Lebih Kecil dari Pembantu Rumah Tangga

Khusus skema P3K, kata Eko, para honorer sejauh ini belum mengetahui informasinya secara detail. Sebab, kata dia, informasi yang beredar, pemerintah pusat masih mengkaji aturannya melalui Peraturan Pemerintah (PP). 

"Informasinya masih simpang siur. Dulu katanya ada evaluasi setahun sekali, ada informasi lagi kontraknya hanya sekali," jelasnya.

Baca Juga : Honorer di Cimahi Minat P3K, dengan Catatan!

Namun yang terpenting, lanjut dia, bila P3K itu sudah mulai dijalankan, para honorer berharap semua tenaga honorer bisa terakomodir dan dimudahkan dari segala persyaratannya.

"Kalau memang pemerintah pusat mengharuskan untuk P3K gak masalah. Tapi mohon dipermudah dan harus terekrut semua. Bukan hanya guru saja," pungkasnya.

Baca Lainnya