Minggu, 1 Oktober 2017 13:40

Hirup Gas Beracun, 7 Orang Tewas di Bak Penampungan

Reporter : Yulie Kusnawati
Petugas sedang melakukan pemeriksaan di gudang pembuatan trey
Petugas sedang melakukan pemeriksaan di gudang pembuatan trey [limawaktu]

Limawaktu.id, - Akibat menghirup gas beracun dari limbah bahan trey kardus tempat telor di Kampung Cibunar Kasdun RT 01/04 Desa Cibunar Kecamatan Parungpanjaang Kabupaten Bogor, mengakibatkan tujuh orang tewas seketika.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya korban tewas karena menghirup gas beracun. Kejadian itu bermula diketahui pada Sabtu (30/9) sore, bahwa ditemukan tujuh orang tewas di bak penampungan bahan trey atau kardus telor.

Ketujuh korban tersebut yakni, Mulayadi (19), Mas Joko (30), Ade Setiawan (40), Iwan (35), Dedi Junaedi (45), Into (38) dan Samsuri (45). "Ketujuh korban tersebut saat ini telah di evakuasi ke Puskesmas Parung Panjang," kata Yusri saat memberikan keterangannya, Minggu (1/10/2017).

Yusri juga menjelaskan, menurut keterangan sejumlah saksi, awal mula kejadian pada saat didalam gudang pembuatan bahan trey milik Abak Marta Wijaya, salah satu korban bernama Iwan  akan menguras bak pembuangan limbah kardus yang dalamnya sekitar 4 meter. 

Namun, lanjut Yusri, sekitar 2 menit dilihat korban sudah pingsan di dalam bak pengolahan. kemudian Ahmad holil  (19) meminta pertolongan kepada warga sekitar dan dilakukan pertolongan kepada korban, akan tetapi warga yang akan memberikan pertolongan ikut pingsan dan terjatuh kedalam bak sehingga terjadi kepanikan kemudian korban meninggal didalam bak penampungan.

 "Total korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang diduga menghirup gas beracun dari reaksi kimia limbah. Dan industri tersebut belum memiliki ijin Lingkungan hidup dan industri dari aparat desa dan kecamatan," jelasnya.

Lebih lanjut lagi Yusri mengungkapkan, setelah ketujuh korban di evakuasi oleh BNPB dan Damkar Kabupaten Bogor ke Puskesmas Parung Panjang dan langsung di bawa ke RS Kramat Jati untuk di outopsi. Dan tempat kejadian perkara pun langsung dilakukan police lice. "Untuk olah TKP akan dilakukan oleh Puslabfor bagian toxiologi," pungkasnya. (lie)