Senin, 30 Juli 2018 17:04

Hewan Qurban di Cimahi Diprediksi Naik 5%

Reporter : Fery Bangkit 
Praktik Penyemebelihan Hewan Qurban Saat Bimbingan Teknis yang Diikuti 50 perwakilan DKM se-Kota Cimahi di Balai Pelatihan Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Kabar, Cikole, Lembang, Bandung Barat, Senin (30/7/2018).
Praktik Penyemebelihan Hewan Qurban Saat Bimbingan Teknis yang Diikuti 50 perwakilan DKM se-Kota Cimahi di Balai Pelatihan Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Kabar, Cikole, Lembang, Bandung Barat, Senin (30/7/2018). [limawaktu]

Limawaktu.id, - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi memprediksi jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1439 Hijriah akan meningkat sebesar 5%.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, total hewan yang dikurbankan pada Idul Adha 2018 mencapai 3.288 ekor.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, jumlah hewan tersebu terdiri dari 1.246 ekor sapi, 2.037 ekor domba dan 5 ekor kambing.

"Kalau melihat data dari tahun-tahun sebelumnya, ada peningkatan setiap tahunnya. Sekita 5 persen," kata Mita saat dihubungi via pesan singkat, Senin (30/7/2018).

Hari Raya Idul Adha 1439 akan jatuh pada 22 Agustus 2018.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu, kata Mita, hewan kurban mayoritas berasal dari luar Kota Cimahi. Seperti dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Madiun, Solo, Garut, Cianjur dan Subang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak beberapa hari terakhir sudah bermunculan para pedagang hewan qurban. Salah satunya di Jalan Sangkuriang, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Di lokasi tersebut, penjual sudah mendirikan kandang untuk penyimpanan hewan qurban yang akan mereka jual. Ada sekitar 20 ekor sapi yang siap untuk dijual.

Ade, salah seorang pedagang mengatakan, sapi yang dijualnya berasal dari Jawa Timur. Harga jualnya pun disesuaikan dengan kuruan. Mulai dari Rp 17 juta ke-atas.

"Iya harga tahun ini sapi naik. Apalagi sekarang lagi musim kemarau. Sulit sekali mendapatkan rumput. Kalau ada harganya mahal," ujarnya.

Baca Lainnya