Senin, 11 Februari 2019 17:55

Hebat, PNS ini Dipenjara Tapi Tetap Dapat Gaji

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Suhendrik (37), seorang Pegawai Negeri Sipil di RSUD Cibabat, Kota Cimahi resmi ditetapkan sebagai tersangka
penyalahgunaan narkoba jenis sabu. 

Ia terancam kurungan penjara 10 tahun karena diduga melanggar Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a 
Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, karena kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,2 gram. 

Baca Juga : Memalukan!PNS di Bandung Barat Nyambi jadi Pengedar Narkoba

Pria asal Lembang itu ditangkap Satnarkoba Polres Cimahi akhir bulan lalu saat tengah bekerja di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi. 

Meski sudah jadi tersangka dan ditahan, ternyata itu tak serta merta menghilangkan haknya sebagai abdi negara. Suhendrik 
tetap mendapatkan gaji pokoknya sebagai PNS, namun tidak 100 persen.

Baca Juga : Abdi Negara di RSUD Cibabat Pakai Sabu, Ajay Bilang Begini

"Jadi gajihnya itu gak full, cuma 75 persen dari gaji pokok," terang Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber 
Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Heni Tishaeni saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (11/2/2019).

Dikatakannya, gaji itu tetap diberikan lantaran yang bersangkutan kasusnya belum ada keputusan inkrah dari pengadilan. Tapi,
Suhendrik tak akan mendapatkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). 

Baca Juga : Karik PNS Nyambi jadi Narkoba, Dulu Pemakai Sekarang Pengedar

Untuk kasus narkoba ini, lanjut Heni, pihaknya belum menerima laporan resmi secara tertulis dari pihak RSUD Cibabat, 
"Secara informal kami sudah mengetahui (adanya penangkapan). Saat ini BKD masih menunggu laporan resminya dari pihak 
Cibabat," kata Heni.
 
Menurutnya, penangkapan ASN yang terlibat narkoba merupakan kasus yang baru terjadi di pemerintahan Kota Cimahi. Namun demikian Hani memastikan oknum ASN tersebut akan mendapat sanksi penanganan disiplin berat.

"Undang-undang terkait narkotika untuk ASN belum ada tapi kita akan mengacu pada undang-undang disiplin ASN dan kode etik," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya akan tetap menunggu perkembangan kasus terhadap Suhendrik yang merupakan staf Pramu Kebersihan di RSUD Cibabat tersebut.

"Yang pasti untuk hukuman kita akan mengacu pada PP 53 Tahun 2010. Apalagi jika sudah ada putusan dihukum maka sanksi yang bakal diterima, dari penundaan kenaikan pangkat selama 3 tahun bahkan sampai diberhentikan dari ASN," tandasnya.

Baca Lainnya