Jumat, 25 Januari 2019 14:12

Hati-hati!25% Jentik Nyamuk DBD Bisa Tumbuh pada Dispenser dan Talang Air di Rumah

Reporter : Fery Bangkit 
Fogging Dilakukan Ke Sejumlah Rumah Warga.
Fogging Dilakukan Ke Sejumlah Rumah Warga. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebutkan, setiap kelurahan se-Kota Cimahi terdapat jentik nyamuk sebanyak 25 persen.

"Hasil pemeriksaan itu, di setiap kelurahan itu ada jentik nyamuk 25 persen," terang Ngatiyana saat ditemui sela-sela penyebaran ikan cupang di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jum'at (25/1/2019).

Baca Juga : Putus Rantai Nyamuk DBD, Ratusan Ikan Cupang di Sebar di Cimahi

Seperti diketahui, jentik nyamuk Aedes Aegypti merupakan virus penyebab penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Sekarang ini, penyakit itu tengah mewabah di berbagai daerah, termasuk di Kota Cimahi. Faktor cuaca dianggap menjadi penyebab maraknya kasus DBD diawal tahun ini. Bahkan, jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan pada Januari 2018.

Hingga Kamis (25/1/2019), kasus DBD di Cimahi mencapai 119 orang yang didominasi anak-anak, dengan jumlah kasus meninggal satu orang atas nama Muhammad Riski Aditia, bocah lima tahun asal Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.

Baca Juga : Innalilahi, DBD Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun Asal Cimahi

"Saya sangat prihatin dengan banyaknya kasus DBD di Kota Cimahi," ujar Ngatiyana.

Sebagai pencegahan, kata dia, dari Pemerintah Kota Cimahi terus menggalakan fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Ia menghimbau warga jangan membiarkan genangan air di rumah. Sebab, kata dia, jentik nyamuk itu bisa tumbuh meski di genangan air kecil.

"Bisa di jerigen, dispenser, torn air dan talang air. Jadi, mari kita bersama-sama bersihkan sarang nyamuk, jangan sampai terjangkit," imbuh Ngatiyana.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer