Rabu, 19 September 2018 17:34

Hasil Tes Urien Guru di Cimahi:Kemarin Diduga Positif, Hari ini Pasti Negatif

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaksanaan Tes Urine Terhadap Para Guru Dan Tenaga Pendidik Di SMPN 5 Kota Cimahi, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).
Pelaksanaan Tes Urine Terhadap Para Guru Dan Tenaga Pendidik Di SMPN 5 Kota Cimahi, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi mengklarifikasi bahwa keenam Guru status Aparatur Sipil Negara (ASN) tak menggunakan zat narkotika.

Sebelumnya, hasil tes urine yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi menemukan enam guru atau tenaga pendidik di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi terindikasi menggunakan zat narkotika. Mereka pun mengikuti assesment.

Tes urin dilaksanakan pada Senin (19/9/2018) dengan diikuti sebanyak 600 ASN guru dan tenaga pendidik di Kota Cimahi.

Berdasarkan hasil tes urine, awalnya ada 14 yang sampelnya samar-samar mengandung zat terlarang. Setelah diriksa ulang, ternyata yang diduga positif hanya enam ASN.

Untuk memastikan kebenarannya, kata Harjono, keenam ASN tersebut hari ini menjalani assement oleh BNNK Cimahi. Pihaknya pun masih menunggu hasil assement tersebut.

"Info dari BNNK (Cimahi) ke-6 (enam) nya clear (negatif narkotika)," terang Harjono, Kepala BPKSDMD Kota Cimahi saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (19/9/2018).

Dikatakan Harjono, indikasi positif hasil tes urine sebelumnya dipengaruhi dari obat sakit yang mereka minum. "Keenam ASN itu sakit," ucapnya.

Sebab negatif menyalahgunakan narkotika, maka keenam ASN itu lolos dari sanksi disiplin yang tertera dalam Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sebelumnya, sebanyak 600 guru dan tenaga pendidik di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi mendadak diminta mengikuti tes urine.

Harjono mengatakan, tes urine ini merupakan rangkaian pemeriksaan yang terlebih dulu dilakukan terhadap para kepala sekolah dan unsur ASN di rumah sakit.

"Ini tujuannya bukan untuk mencari kesalahan, tapi menjadi bagian dari pembinaan ASN," kata Harjono.

Dikatakannya, semua ASN termasuk guru harus terus dibina agar disiplin dalam semua hal, termasuk kinerja. Sebab hal itu tercantum dalam Undang-undang ASN dan pembinaan ASN.

Baca Lainnya