Jumat, 5 Oktober 2018 18:06

Hasil Revisi 10 Besar Calon Anggota KPU KBB Diprotes Peserta

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id, Cimahi - Para peserta seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kecewa terhadap KPU RI. 

Pasalnya, 10 besar calon anggota KPU KBB yang tinggal mengikuti seleksi uji kelayakan dan kepatutan dirombak secara tiba-tiba. Keputusan tersebut dianggap janggal.

"Berdasarkan hasil seleksi itu terpilih 10 besar,  tapi secara tiba-tiba KPU RI satu hari menjelang uji kelayakan dan kepatutan  merombak daftar peserta.
Dari 10 nama yang mestinya mengikuti uji kepatutan dan kelayakan jadi tiga orang," beber Mochamad Nurdin salah seorang calon anggota KPU KBB yang namanya 
hilang dari daftar peserta di Padalarang, Jumat (5/10/2018).

Peserta seleksi yang masuk 10 besar sebelum namanya hilang adalah Adi Saputro,  Arif Hikayat,  Deden Ahmad Hidayat, Erlin Mulyansyah, Hasan Basri, Mochamad Nurdin, Imas Nurlatifah, Rahmat Sulaeman Zulkarnaen, Rifqi Ahmad Sulaeman, dan Rovi'i.

Ia mengungkapkan dari hasil revisi hanya tiga orang yang laik mengikuti uji kelayakan dan kepatutan  ditambah dua orang baru yang sebelumnya tidak masuk 10 besar, yaitu  Adi Saputro, Rifqi Ahmad Sulaiman, Rovi'i serta ditambah dua nama baru  M. Yuga Wirapraja dan  Maman Resmana.

"Sementara 7 nama lainnya hilang tanpa alasan yang jelas. Ini menunjukkan adanya penyelewengan UU No.7  Tahun 2017, tentang Keputusan Tim Seleksi (timsel) yang seharusnya dua kali jumlah anggota KPU Kabupaten /kota yang berhak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Berarti ya harus 10 orang," papar Nurdin.

Dirinya menuding KPU RI dan Timsel tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Perombakan dilakukan karena intervensi KPU RI kepada timsel tanpa alasan yang jelas. Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, berdasarkan PKPU No 7 Tahun 2018, bahwa timsel harus mengusulkan dua kali jumlah yang akan diganti, lima orang dilantik sebagai  komisioner dan lima orang Pengganti Antar Waktu (PAW).

Menurutnya, yang menjadi kejanggalan yaitu dalam revisi calon anggota KPU yang dinyatakan berhak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, tidak diumumkan dan ditandatangani oleh timsel yang mempunyai kewenangan merevisi dan menetapkan tetapi diumumkan dan ditandatangani oleh KPU RI.

Kejanggalan berikutnya, bahwa lima orang yang mengikuti uji kelayakan DNA kepatutan adalah mereka yang nilai Computer Assisted Test (CAT) tidak masuk 10 besar. Diungkapkan Nurdin, nama-nama yang hilang menduduki ranking CAT tertinggi seperti Arif nurhayat (ranking 1 CAT), Erlin mulyansyah (ranking 3 CAT), dan Rahmat Sulaeman zulkarnaen (ranking 6 CAT).
 
Sementara yang lolos uji kelaiakan dan kepatutan di luar ranking 10 besar, yaitu  Adi Saputro (ranking 11), M. Yuga wirapraja (ranking 12), Rovi'i (ranking 18), Rifqi ahmad sulaeman (ranking 21) dan Maman Resmana (ranking 23).

"KPU RI seharusnya menjelaskan terlebih dahulu kepada peserta seleksi yang masuk 10 besar, mengapa sampai terjadi penghilangan sejumlah nama. Jangan seperti sekarang,  main coret saja," keluhnya. 

Baca Lainnya