Sabtu, 19 Januari 2019 13:46

Hasil Panen Padi di Cimahi Meningkat di Lahan Terbatas

Reporter : Fery Bangkit 
Sekitar 1 Hektare Lahan Sawah yang Tersisa di Kelurahan Pasir Kaliki Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Sekitar 1 Hektare Lahan Sawah yang Tersisa di Kelurahan Pasir Kaliki Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Hasil panen padi tahun 2018 di Kota Cimahi diklaim meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2017 lalu, produksi padi di Kota Cimahi hanya mencapai 1.196 ton, dengan capaian produktivitasnya 6,67 ton per hektare. 

Baca Juga : Hasil Panen Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Pokok, Cimahi Masih Andalkan Pasokan

"Kalau tahun 2018 naik jadi 1.559,4 ton, dengan capaian produktivitasnya 6,67 ton per hektare," terang Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (19/1/2019).

Panen padi itu diperoleh dari 137,14 lahan sawah tersisa di Kota Cimahi atau 3,43 persen dari total luas wilayah Cimahi yang hanya 40 kilometer persegi lebih.

Lahan sawah itu tersebar di Kecamatan Cimahi Utara 85,42 hektare, di kecamatan Cimahi Selatan 46,3 hektare dan Kecamatan Tengah 4,42 hektare.

"Kalau di cimahi rata-rata panen itu 2 (dua) kali panen dalam setahun," ujar Mita.

Namun, tentu saja hasil panen padi itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 600 ribu jiwa warga Kota Cimahi, mengingat cimahi bukanlah daerah penghasil pangan. Kebutuhan pangan warga Cimahi diperkirakan 3.700 ton per bulan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, pihaknya mengandalkan ketersediaan beras yang ada di pasar yang dipasok dari luar Kota Cimahi.

"Biasanya beras yang masuk ke pasar tradisional Cimahi dipasok dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Banjar dan Tasikmalaya," beber Mita.

Untuk lebih meningkatkan produksi padi, lanjut Mita, pihaknya baka terus menggalakan penerapan Varietas Unggul Baru (VUB), penerapan teknologi sistem budidaya padi jajar legowo, pemupukan yang berimbang, serta penanggulangan hama dan penyakit tanaman.

"Dan tentu saja penanganan pasca panen yang tepat," ucap Mita.

Baca Lainnya