Kamis, 23 April 2020 17:27

Harus Diketahui, Segini Target Retribusi Daerah yang Terancam Melenceng dari Target

Sektor Parkir yang Menjadi Penyumbang Retribusi Daerah di Kota Cimahi
Sektor Parkir yang Menjadi Penyumbang Retribusi Daerah di Kota Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Realisasi pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Retribusi daerah pada triwulan pertama Tahun Anggaran (TA) 2020 terlihat masih sesuai harapan. Realisasinya mencapai Rp. 6.135.343.457, dari target tahun ini Rp. 19.591.393.672.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pengendalian Pendapatan pada Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi, Lia Yuliati mengatakan, secara hasil retribusi daerah pada triwulan pertama masih cukup baik. Tantangan berat justru akan dialami pada triwulan kedua ini karena Corona Virus Disease (Covid-19).

"Retribusi akan terdampak. Pada umumnya  pendapatan akan berkurang karena omsetnya juga berkurang," kata Lia saat ditemui, Kamis (23/4/2020).

Dikatakannya, pihaknya sudah berkirim surat ke setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi yang bertanggungjawab mengelola berbagai retribusi di Kota Cimahi.

Dalam surat tersebut, pihaknya meminta SKPD terkait untuk menganalisa dampak Covid-19 terhadap retribusinya.

"Kita minta analisa dari SKPD yang menangani pelayanan langsung, terdampak enggak. Terus alternatif kebijkannya seperti apa," jelasnya.

Untuk sementara ini, lanjut Lia, pihaknya belum mengarah pada revisi target PAD dari sektor retribusi daerah. Sebab, pihaknya masih fokus untuk menghitung perubahan target angka dari sektor pajak daerah yang juga terganggu akibat virus corona.

"Arahannya belum ke revisi, masih menyelesaikan yang pajak," tandasnya.

Salah satu sektor retribusi daerah yang terdampak Covid-19 adalah labolatorium lingkungan dari retribusi pemakaian kekayaan daerah pada retribusi jasa usaha yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi.

Awalnya, dari sektor tersebut ditargetkan bisa menyumbang PAD hingga Rp. 650.000.000 tahun ini. Namun target tersebut akan dikoreksi mengingat sudah ada langganan perusahaan penguji limbah cair yang menghentikan aktifitas produksinya akibat pandemi virus corona.

"Udah ada perusahaan yang menghentikan produksinya. Ke depan kemungkinan akan ada yang menyusul," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochammad Ronny.

Dikatakannya, target Rp 650 juta dari pengujian air limbah industri tekstil, air limbah industri logam, air limbah domestik hingga pengujian air lainnya itu ditentukan sebelum munculnya wabah Covid-19. Salah satu pertimbangannya adalah capaian realisasi tahun lalu yang mencapai Rp. 465.878.000. Capaian itu melebihi target yang hanya Rp. 400.000.000.

Jika target retribusi  pemakaian kekayaan daerah tahun ini tetap dipaksakan Rp 650 juta, kata Ronny, pihaknya pesimis bisa tercapai. Sebab, dengan penghentian sementara aktifitas perusahaan langganan pengujian limbah otomatis sangat berdampak terhadap pendapatan.

"Pasti enggak akan kecapai (kalau target Rp 650 juta)," ucapnya.

Berikut Target Retribusi Daerah dan Hasil Hingga Trwiulan 1

* Hasil Retribusi Daerah
 Target Rp. 19.591.393.672
 Realisasi Rp. 6.135.343.457

1. Jenis Retribusi Jasa Umum
   Target Rp. 8.296.378.672
   Realisasi Rp. 1.791.167.450

2. Retribusi Jasa Usaha
   Target Rp. 8.538.515.000
   Realisasi Rp. 2.018.641.150

3. Retribusi Perizinan Tertentu
   Target Rp. 2.756.500.000
   Realisasi Rp. 2.325.534.857

Baca Lainnya