Senin, 5 Maret 2018 15:03

Hari Pertama Operasi Keselamatan 2018 di Cimahi: pengendara Kena Teguran Hingga Diberikan Helm Gratis

Reporter : Fery Bangkit 
Polwan sedang memberikan helm gratis kepada seorang pengendara motor saat Operasi Keselamatan Lodaya 2018.
Polwan sedang memberikan helm gratis kepada seorang pengendara motor saat Operasi Keselamatan Lodaya 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cimahi mulai menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2018. Operasi yang digelar serentak di seluruh Indonesia itu akan dilaksanakan selama 21 hari. Terhitung sejak Senin (5/3/2018) hingga Minggu (25/3/2018).

Khusus di wilayah hukum Polres Cimahi yang meliputi Kabupaten Bandung Barat, selain oleh Satlantas Polres, operasi juga dilaksanakan Polsek Lembang, Polsek Cimahi, Polsek Cimahi Selatan, Polsek Cipatat dan Polsek Margaasih.

Khusus Anggota Satlantas Polres Cimahi, operasi kendaraan hari pertama dipusatkan di Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi. Berdasarkan pantauan di lokasi, operasi dimulai pukul 10.00 WIB.

Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto mengatakan, dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2018 ini, pihaknya akan mengedepankan tindakan preemtif berupa teguran tertulis kepada para pelanggar lalu lintas.

“Apabila ada pelanggaran yang biasa, kita kasih surat teguran. Namun kalau ada yang berpotensi pelanggaran lalu lintas, kita tilang. Bahkan kita amankan kendaraannya,” tegas Suharto saat ditemui di Jalan Amir Mahmud, Cimahi, Senin (5/3/2018).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kendaraan bermotor ini dimaksudkan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang bermula dari pelanggaran-pelanggaran lalu lintas.

Untuk itu, dalam pemeriksaan ini, Satlantas Polres Cimahi lebih mengedepankan teguran dan himbauan kepada pengendara. Selain tentunya memeriksa surat-surat berkendara seperti STNK dan SIM.

“Kita sayang terhadap pengemudi. Untuk itu kita lakukan teguran tertulis dulu, tidak ada sanksi” ujar Suharto.

Hari pertama Operasi Keselamatan 2018, Satlantas juga menyediakan 20 unit helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Helm tersebut akan dibagikan kepada pengendara roda dua yang helmnya tidak sesuai SNI maupun pengendara yang tidak mengenakan helm.

“Kita berikan helm yang layak untuk digunakan, standar SNI,” tandasnya.