Kamis, 8 Maret 2018 17:39

Hari Perempuan Internasional, Ketum PB HMI: Perjuangan Perempuan Belum Tuntas

Reporter : Jumadi Kusuma
ilustrasi.
ilustrasi, [PB HMI]

Limawaktu.id - Bukan hanya berjuang sehari, menyuarakan 'kesetaraan gender', lantas bersantai. Bagi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Saddam Al jihad, peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada 8 Maret 2018 ini harus menjadi satu momen kontemplasi.

"Peringatan Hari Perempuan Sedunia bukan sekedar ritualitas semata. Tetapi harus di maknai sebagai keberlanjutan perjuangan perempuan," tutur Saddam melalui siaran pers yang diterima limawaktu.id, Kamis (8/3/18).

Menurut Ketum PB HMI, perempuan mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap bangsa. Bisa dilihat pada sosok Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Rohana Kudus, dan lainnya adalah para pahlawan perempuan Indonesia yang tangguh dan perkasa.

"Tugas perempuan saat ini adalah meneruskan perjuangan mereka dengan memberikan kontribusi bagi negeri ini, melalui karya sesuai bidangnya masing-masing," ujar laki-laki penggemar batik itu.

Lebih lanjut, mahasiswa doktoral Institut Pemerintahan Dalam Negeri ini menjelaskan, tugas perempuan bukan hanya soal dapur, tetapi ia harus menjadi barometer intelektual bangsa.

"Perempuan adalah ibu kandung peradaban bangsa, karena mereka sebaik-baiknya perawat dan pendidik generasi," cetusnya.

Di sisi lain, Saddam mengingatkan bahwa pada hari perempuan internasional, Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang masih harus dikerjakan.

"Beberapa diantaranya adalah Kasus-kasus kejahatan seksual, kekerasan terhadap perempuan, anak usia dini hingga dewasa. Ini semua harus segera diusut sampai tuntas," tegasnya.

Komnas Perempuan menyebutkan, ada hampir 260 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan pada tahun 2017. Kekerasan itu terjadi dalam ranah rumah tangga maupun di ranah publik.

"Mudah-mudahan adanya hari perempuan bisa mendorong semua pihak, khususnya perempuan agar lebih berani untuk melapor jika terjadi tindakan kekerasan yang menimpanya," harap Saddam.