News

Hari Organik dan Hari Anorganik jadi Solusi Dinas LH Atasi Sampah di Kota Cimahi

Limawaktu.id,- Volume Sampah yang di produksi warga Cimahi setiap harinya bisa mencapai hingga 230 ton, jika tidak diatasi maka akan menjadi problem serius di kota yang hanya tiga kecamatan ini. Karenanya, pemilahan sampah sejak rumah tangga menjadi solusi dalam mengatasi sampah di Kota Cimahi.

“230 ton sampah setiap hari kita buang ke TPA Sarimukti, itu yang berasal dari rumah tangga. Sedangkan dari perusahaan ditanggulang oleh Bank Induk Sampah Cimahi (Samici),” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, kepada Limawaktu.id, Rabu (14/8/2019).

Dikatakan Tigor, sesuai dengan Perda yang ada, Mengatasi sampah di Kota Cimahi peran masyarakat ikut dilibatkan dengan gerakan pilah sampah sejak rumah tangga. Masyarakat diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah an organic dikumpulkan dan menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.   Sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos atau melalui program biodigester di lingkungan warga.

“Melalui  Hari Organik dan Hari Anorganik yang telah diujicobakan di RW 07 Kelurahan Pasirkaliki, disana sampah bisa tersisa hanya 15 kilogram saja yang benar-benar harus dibuang, “ jelasnya.

Sementara, Deden Wahrida, Kepala Seksi Manajemen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 menyebutkan, dari uji coba di Kelurahan Pasirkaliki tersebut respon masyarakat sangat tinggi, sehingga gerakan Hari Organik dan Hari non organik  ini akan terus dilakukan di semua RW yang ada.

“Alhamdulillah respon masyarakat tinggi juga dengan gerakan ini. Sekarang sedang tahap penjajakan di 2 RW lagi hingga menuju 40 RW se Cimahi tahun ini dan seluruh RW di Cimahi secara bertahap,” Sebutnya.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar