Rabu, 21 November 2018 10:45

Hari ini Ditutup, Begini Suasana Buruh di PT Mahatari Sentosa Jaya 

Reporter : Fery Bangkit 
Pantauan di sekitar area perusahaan, Rabu (21/11/2018) pagi, para pekerja sudah menunggu dan hilir mudik di area pabrik.
Pantauan di sekitar area perusahaan, Rabu (21/11/2018) pagi, para pekerja sudah menunggu dan hilir mudik di area pabrik. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Seluruh pekerja PT Matahari Sentosa Jaya masih berharap cemas perihal kelanjutan nasib mereka. 

Sebelumnya, pihak manajemen mengumumkan bahwa perusahaan yang beralamat di Jln. Joyodikromo, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu akan berhenti produksi alias tutup mulai Rabu (21/11/2018).

Baca Juga : Nunggak Upah, PT Matahari Sentosa Jaya Akhirnya Ditutup!

Berdasarkan pantauan di sekitar area perusahaan, Rabu (21/11/2018) pagi, para pekerja sudah menunggu dan hilir mudik di area pabrik. Mereka semua menunggu kejelasan perihal penutupan dan hak mereka yang belum juga dibayarkan perusahaan yang bergerak di bidang kaos kaki dan benang itu.

"Belum ada keputusan, makannya ini nunggu keputusan terakhir," kata Ayu (40), salah seorang pekerja PT Matahari Sentosa Jaya.

Baca Juga : Gawat! 1.500 Buruh Cimahi Terancam jadi Pengangguran

Ia yang sudah bekerja selama 22 tahun di perusahaan itu berharap, kalaupun memang ditutup, semua kewajiban terhadap seluruh pekerjanya dibayarkan terlebih dahulu.

Sebab, gaji bagi sekitar 1.500 karyawannya belum dibayarkan dalam perusahaan tiga periode jadwal pembayaran. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 3 juta. Upah PT Matahari Sentosa Jaya sendiri dibayarkan dua minggu sekali setiap bulannya.

Baca Juga : Aset Perusahaan Dijadikan Jaminan Buruh PT Matahari Sentosa Jaya

Kesepakatan sebelumnya dari pihak perusahaan yang disaksikan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna untuk membayarkan tunggakan gaji secara bertahap pun tak direalisasikan perusahaan.

Seharusnya, lanjut Ayu, setiap bulannya ia mendapat upah sesuai Upah Minimum Kota (UMK) yakni sekitar Rp 2,6 juta yang dibayarkan dua tahap dalam sebulan.

"Sejak perjanjian itu, gaji saya baru dibayar Rp 700 ribu, itupun dicicil. Sekarang sisa sekitar Rp 3 juta lagi belum dibayar," ungkap Ayu.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih setia menunggu kejelasan dari pihak perusahaan. Dalam berita sebelumnya, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi akan meminta penjelasan pihak perusahaan hari ini.

"Harapannya ada pesangon," ucap Ayu.

Baca Lainnya