Rabu, 16 Januari 2019 18:39

Harga Tomat Saat ini Bikin untung Bandar di KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Harga jual sayuran jenis tomat di tingkat bandar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak mahal.
Harga jual sayuran jenis tomat di tingkat bandar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak mahal. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Harga jual sayuran jenis tomat di tingkat bandar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak mahal. Saat ini, harganya berada dikisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. 

Enjang, salah seorang bandar sayuran di Lembang, KBB menuturkan, normalnya komoditas tomat dijual antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram, tapi sekarang harganya melonjak jadi dua kali lipat. Menurutnya, mahalnya komoditas ini disebabkan panen yang tidak merata di daerah atau sentra penghasil tomat.
Seorang bandar sayuran di Lembang, 

Baca Juga : Harga Kepokmas Terpantau Normal

"Kalau pasokan banyak, tentu harganya pasti turun. Tapi sekarang sebaliknya, pasokan dari daerah lain kurang, sehingga harganya jadi mahal," kata Enjang, Rabu (16/1/2019).

Enjang mengatakan, saat ini sentra-sentra penghasil tomat di Jawa Barat seperti Garut dan Sukabumi kurang bisa memenuhi permintaan pasar. Mahalnya harga tomat ini tentunya menyenangkan petani dan bandar, karena keuntungan yang didapat jadi berlipat ganda.

Baca Juga : Sidak hari ini: Stok Kebutuhan Pokok Aman, tapi Harga Melejit Naik Jelang Lebaran

"Tomat sampai mahal begini itu sangat jarang. Biasanya, paling mahal itu Rp7.000 per kilogram tapi beberapa hari kemudian bisa anjlok lagi," ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, saat ini stok tomat yang tersedia di gudangnya masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar induk di wilayah Bandung dan Jakarta. Tetapi, Enjang tidak mengetahui apakah kurangnya pasokan tomat di pasar lantaran faktor cuaca atau bukan.

Baca Juga : Harga Bahan Pokok di Kab Bandung juga Mulai Merangkak

"Harga tomat sekarang sedang menguntungkan, karena kemarin-kemarin sempat anjlok hingga Rp500 per kilogram di kebun. Waktu itu, percuma dipanen juga, soalnya ongkos panen jauh lebih mahal dibanding harga jual," jelasnya.

Di saat harga tomat sedang melambung, komoditas sawi dan burkol justru sebaliknya. Saat ini, buncis dari tingkat petani hanya dihargai Rp2.500 per kilogram dan sawi Rp1.500 per kilogram.

"Harga buncis turun drastis, waktu musim kemarau lalu sempat tembus harga Rp11.000 per kilogram," tutur seorang petani, Ating.

Menurut dia, faktor masuknya musim penghujan menjadi salah satu penyebab turunnya harga beberapa komoditas sayuran. "Setiap awal musim hujan biasanya banyak hama tanaman yang berdampak pada gagal panen," ujarnya.

Baca Lainnya