Senin, 10 Desember 2018 17:45

Harga Bahan Pokok di Kab Bandung juga Mulai Merangkak

Reporter : Fery Bangkit 
Salah seorang pedagang bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Bandung.
Salah seorang pedagang bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Bandung. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, kenaikan harga sejumlah bahan pokok pun terjadi di pasar tradisional Kabupaten Bandung. Meski begitu, stok dipastikan aman dalam tiga bulan ke depan.

"Satu minggu terakhir ada kenaikan di cabe-cabean. Cabe TW naik Rp 5000 asalnya Rp 25 ribu jadi Rp 30 ribu. Cabe tanjung naik Rp 5 ribu dari Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu dan cabe keriting dari Rp 5 ribu dari Rp 20 ribu jadi Rp 25 ribu," beber Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung, Popi Hopipah, Senin (10/12/2018).

Baca Juga : Gandeng NU, Apindo Buka SMA Terbuka untuk Buruh

Menurutnya, beberapa bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan yaitu bawang putih naik Rp 2 ribu dari Rp 22 ribu menjadi 24 ribu dan daging ayam naik Rp 1000 dari Rp 36 ribu menjadi Rp 37 ribu. Sedangkan harga daging sapi stabil Rp 110 ribu.

Sementara itu, beberapa harga bahan pokok yang mengalami penurunan yaitu telur dari Rp 25.500 menjadi Rp 25.000. "Untuk di kita (harga) relatif stabil, pasokan juga insyallah aman sampai tiga bulan ke depan," ujarnya.

Baca Juga : Harga Kepokmas Terpantau Normal

Popi mengatakan penyebab harga cabe mahal karena faktor cuaca yang di beberapa tempat belum terjadi turun hujan. Saat ini, perlahan mulai terjadi hujan dan diharapkan agar harga cabe bisa kembali stabil.

Dirinya menambahkan, pihaknya pada tanggal 20 Desember 2018 mendatang akan melakukan pengecekan ke lapangan terkait harga bahan pokok dan stok gas untuk masyarakat. Menurutnya, terkait gas harus terus dipantau.

"Kita belum tahu stok gas, apakah stoknya ada atau tidak, yang penting selama natal dan tahun baru, gas harus ada. Sekarang relatif normal (harga dan stok)," tandasnya.

Baca Lainnya