Rabu, 16 Mei 2018 18:04

Harga Ayam Naik, Pedagang Menjerit

Reporter : Fery Bangkit 
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara, Rabu (16/5/2018).
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara, Rabu (16/5/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sehari jelang ramadan, gejolak harga daging ayam dikeluhkan para pedagang di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara.

Menurut Deni kurniawan (30), salah seorang pedagang mengatakan, harga daging ayam sejak tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Sementara daya beli masyarakat cenderung menurun.

Baca Juga : H-1 jelang Ramadan, Harga Ayam dan Sapi di Cimahi Kompak Naik

"Daya beli masyarakat menurun. Pedagang dan pembeli pun menjerit," kata Deni saat ditemui di Pasar Cimindi, Rabu (16/5/2018).

Tiga tahun ke belakang jelang ramadan, kata Deni, dalam sehari, dirinya bisa menjual hingga 500 ekor. Namun, untuk kondisi sekarang, untuk menyentuh 200 ekor pun dikatakannya sangat sulit.

Baca Juga : LAPAN Garut Pantau Hilal 1 Ramadhan 1439 H

Sehari jelang ramadan, harga daging ayam sendiri lagi-lagi mengalami kenaikan. Awalnya, harga daging ayam Rp40.000/kilogram. Sekarang naik menjadi Rp42.000/kilogram.

"Naiknya sejak kemarin," ucapnya.

Baca Juga : Swafoto Ajay Iringi Sidak Harga Jelang Ramadan di Pasar Cimindi

Menurut Deni, harga Rp42.000/kilogram terlalu mahal bagi konsumen. Namun, sebagai pedagang, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, harga jual menyesuaikan dengan harga dari tingkat bandar.

Tini (42), salah seorang pembeli daging ayam menuturkan, harga daging ayam akhir-akhir ini cukup mahal. Apalagi, saat ini harganya sudah menyentuh angka Rp40.000/kilogram.

Baca Juga : Asiik! Selama Puasa, ASN di Cimahi Bisa Pulang Lebih Cepat

"Iya keberatan harganya mahal," tuturnya.

Kali ini, ia sengaja membeli daging ayam khusus untuk tradisi munggahan jelang bulan suci ramadan. "Belinya 2 kilogram untuk munggahan," katanya.

Baca Juga : Satgas Pangan Siap Tindak Tegas Penimbun Kepokmas di Cimahi

Di Pasar Cimindi, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengakui penurunan daya beli masyarakat dikeluhkan pedagang ayam di Pasar Cimindi. Namun, penurunan tidak signifkan. Selain itu dikarenakan pedagang ayam di Pasar Cimindi terbilang sangat banyak.

"Ada beberapa komoditi naik (harga). Sepertinya memang ritual tahunan," katanya usai Sidak.

Dari hasil pengecekan, Ajay mengaku harga komoditas yang naik tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, seperti daging ayam, daging sapi, dan telur. Kendati mengalami kenaikan, tapi semuanya masih dalam tahap wajar.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, pihaknya akan menggelar operasi pasar pada 5,6 dan 7 Mei 2018. Operasi pasar dilakukan, untuk mengendalikan harga komoditas di Pasar.

Ajay pun mengklaim hingga kini pasokan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) untuk Kota Cimahi masih terbilang aman. Sementara soal mengeluhnya pedagang ayam mengenai minimnya daya beli masyarakat, menurutnya itu dikarenakan pedagang ayam di Pasar Cimindi banyak.

"Tidak besar juga penurunan daya belinya. Memang jika dibandingkan tahun kemarin turun. Selain itu, pedagang ayam di sini banyak sampai 30 kios lebih," ujarnya.

Baca Lainnya