Praja IPDN mengikuti arahan Menteri PANRB Rini Widyantini saat Stadium General Pembekalan Praja Utama Tahun 2026 yang digelar di Kampus IPDN, Sumedang, Jum’at, 17 April 2026.
Praja IPDN mengikuti arahan Menteri PANRB Rini Widyantini saat Stadium General Pembekalan Praja Utama Tahun 2026 yang digelar di Kampus IPDN, Sumedang, Jum’at, 17 April 2026. [Humas Menteri PANRB]
News

Hadapi Tantangan Birokrasi Modern Praja IPDN Dibekali Kompetensi Digital

Limawaktu.id,Sumedang - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menekankan pentingnya penguatan kompetensi digital bagi praja utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai bekal menghadapi dinamika birokrasi yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Stadium General Pembekalan Praja Utama Tahun 2026 yang digelar di Kampus IPDN, Sumedang, Jum’at, 17 April 2026.
Menurut Rini, praja IPDN tidak hanya dituntut memiliki kedisiplinan dan ketegasan, tetapi juga harus unggul dalam kecakapan digital serta mampu memahami kebutuhan masyarakat secara komprehensif.
“Praja masa kini tidak hanya dikenal karena disiplin dan ketegasannya, tetapi juga karena kecakapan digitalnya, kemampuannya memahami warga, dan kematangannya memimpin dengan data,” ujar Rini.
Ia memaparkan lima kompetensi digital utama yang perlu dikembangkan oleh para praja. Pertama, kemampuan mengenali potensi digital dengan melihat peluang pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Praja diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan teknologi yang relevan di instansi tempat mereka bertugas.
Kedua, memahami karakteristik masyarakat sebagai pengguna layanan publik. Menurut Rini, kebutuhan warga harus menjadi dasar dalam perancangan layanan agar lebih tepat sasaran dan responsif.
Ketiga, kemampuan berkolaborasi secara iteratif, yakni bekerja lintas sektor dengan pendekatan pengembangan bertahap serta terbuka terhadap masukan demi penyempurnaan layanan.
Keempat, menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang dapat dipercaya (trustworthy), dengan menjunjung tinggi etika data, perlindungan privasi, serta keamanan siber sebagai fondasi utama kepercayaan publik.
Kelima, kemampuan memimpin berbasis data (data-driven leadership), di mana setiap keputusan diambil berdasarkan bukti dan analisis yang kuat, bukan sekadar intuisi.
Rini juga mengakui bahwa purnapraja IPDN memiliki keunggulan tersendiri, seperti karakter kepemimpinan yang kuat, disiplin tinggi, pemahaman administrasi pemerintahan, wawasan kewilayahan, jaringan alumni, serta kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan.
Namun demikian, ia menilai masih terdapat ruang penguatan, khususnya dalam penguasaan data dan literasi digital. Penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), serta keamanan siber dinilai masih perlu ditingkatkan seiring dengan percepatan transformasi digital di sektor birokrasi.
“Kompetensi digital dan data belum merata, sementara percepatan adaptasi teknologi dalam birokrasi tidak bisa ditunda,” pungkasnya.

Menteri PANRB Rini Widyantini menghadiri Stadium General Pembekalan Praja Utama Tahun 2026 yang digelar di Kampus IPDN, Sumedang, Jum’at, 17 April 2026.

Baca Lainnya

Topik Populer