Sabtu, 6 Oktober 2018 15:07

Guru Honorer Minta Upah Setara UMK, ini Jawaban Kadisdik Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. [limawaktu]

Limawaktu.id, CImahi - Keinginan para Guru honorer untuk mendapat upah setara Upah Minimum Kota (UMK) mendapat jawaban dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan.

Menurut Dikdik, pihaknya tak begitu saja bisa mengabulkan keinginan para guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut. Sebab, pastinya dibutuhkan kajian yang mendalam.

"Ini memerlukan kajian. Harus dibicarakan dengan stakeholder yang lain," kata Dikdik saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (6/10/2018).

Dikatakannya, untuk memenuhui gaji honorer setara UMK yang mencapai Rp 2,6 juta, tentu harus dibicarakan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Cimahi untuk penyesuaian anggaran.

Pasalnya, kata Dikdik, membutuhkan uang hingga Rp 20 miliar/tahun jika memang harus memberikan upah setara UMK kepada para guru honorer di Kota Cimahi yang mencapai 2.000 lebih.

"Harus dibahas dulu dengan TAPD. Jangan sampai kita mengatakan ya, ternyata keuangan tidak ada. Untuk menyesuaikan dengan UMK ini kita kurang lebih kita butuh Rp 20 miliar," bebernya.

Perihal peningkatan kesejahtraan tahun ini yang sudah dijanjikan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, lanjut Dikdik, saat ini prosesnya tinggal menunggu payung hukum dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal). Setelah Perwal selesai, maka upah tersebut bisa dicairkan.

"Kita berharap secepatnya. Sekailpun tidak besar tapi itu suatu hal yang ditunggu oleh para guru honorer ini," ujarnya.

Rencananya, upah yang akan diberikan kepada guru honorer jenjang Sekolah Dasar (SD) Rp 400 ribu/bulan, sedangkan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 800/bulan.

Tapi, beda besaran antar jenjang tersebut mendapat protes dari para honorer. Mereka menginginkan agar nominalnya disamaratakan menjadi Rp 800 ribu/bulan. Alasannya, fungsi mereka sama yakni mengajar.

"Persoalannya ini kembali lagi ke seberapa besar kemampuan keuangan kita. Apapun yang disampaikan oleh guru berkaitan dengan dampak terhadap menggajar pasti akan kita pikirkan pasti akan kita upayakan carikan solusi terbaiknya," pungkas Dikdik.

Baca Lainnya