Senin, 3 Desember 2018 13:39

Geng Motor Bentrok Lagi, Warga Semakin Dibuat Resah

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id - Aksi anarkis geng motor yang kembali terjadi Minggu (2/11/2018) membuat warga Kota Cimahi resah. Apalagi jika keluar saat malam hari.

Seperti diketahui, bentrokan antar geng bermotor terjadi di wilayah Kebon Kopi, Kota Cimahi. Akibat bentrokan itu, dilaporkan ada dua orang yang mengalami luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga : Tiga Oknum Geng Motor Diamankan Polisi, ini Statusnya

Yanti Widia (36), warga Kota Cimahi menuturkan, bentrokan yang terjadi antarkelompok itu membuatnya semakin waswas. Terlebih lagi, masih banyak kabar bahwa ulah gerembolan bermotor kerap melakukan aksi begal.

"Iya jadi resah lagi sekarang. Mikir-mikir lagi kalau mau keluar malam," ujarnya, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, aksi anarkis geng motor sudah menjadi permasalahan serius. Untuk itu, Yanti meminta kepolisian melakukan tindakan nyata memberantas kelompok berandalan bermotor itu.

"polisi juga diharapkan bisa lebih intens menjaga keamanan di jalan. Terutama di waktu-waktu tertentu seperti malam minggu. Jika polisi berhasil menangkap geng motor, proses sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, pihaknya sudah mengamankan tiga orang dalam bentrokan kemarin. Ketiganya dimintai keterangan dalam peristiwa bentrokan yang mengakibatkan dua orang mengalami luka patah kaki dan luka ringan.

"Yang diamankan 3 (tiga) orang dan dimintai keterangan. Statusnya masih lidik dan motifnya (akan) kami ungkap tuntas," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana di di DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Senin (3/12).

Ia menuturkan, pihaknya juga tengah menyelidiki para pelaku yang kemungkinan akan menjadi tersangka. Saat ini, Polres Cimahi sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap permasalahan tersebut.

Menurutnya, Ahad (2/12) malam dua geng bermotor yang bentrok sudah bertemu dan menyepakati permasalahan yang menyebabkan korban akan diserahkan kepada kepolisian. Oknumnya sendiri akan ditindak dengan tegas.

"Pimpinan (masing-masing) kelompok agar menahan diri, menjaga kondusifitas dan jaga eksistensi masing masing ke arah lebih positif," tandasnya.

Baca Lainnya