Selasa, 29 Mei 2018 16:26

Gelar OPM Sembako Saat Ramadan, Pemkot Cimahi sediakan 5 Ribu Kupon

Reporter : Fery Bangkit 
Stok sembako.
Stok sembako. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sebanyak 5.000 kupon Operasi pasar murah (OPM) akan dibagikan kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS).

OPM akan dilaksanakan di tiga kecamatan se-Kota Cimahi. Pada Selasa (5/6/2018), pelaksanaan akan dipusatkan di Kecamatan Cimahi Tengah. Rabu (6/6/2018), akan dilaksanakan di Kecamatan Cimahi Utara. Kamis (7/6/2018), akan dilaksanakan di Kecamatan Cimahi Selatan.

Baca Juga : OPM Sembako akan Digelar di Cimahi, nih Jadwalnya!

"Rinciannya, 1.500 untuk Kec. Cimahi Tengah, 1.500 Kec. Cimahi Utara dan 2.000 Kec. Cimahi Selatan," Agus Irwan, Kepala Seksi Perdagangan melalui staff Perdagangan, Dini, pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (29/5/2018).

Kupon OPM tersebut akan dibagikan oleh masing-masing kelurahan bagi warganya yang termasuk dalam kategori RTS. Artinya, hanya masyarakat yang memiliki ekonomi kuranglah yang berhak mendapatkan kupon tersebut.

Jadi, tegas, Agus, pemilihan RTS dipastikan tepat sasaran. Pasalnya, setiap kelurahan sudah memiliki data warga yang kurang mampu.

"Kriterianya yang masuk daftar penduduk miskin," katanya.

Ada tiga komoditas kebutuhan pokok yang akan ada dalam OPM nanti. Yakni beras sebanyak 5 kilogram, gula 3 kilogram dan minyak goreng 3 liter.

Harga beras yang akan digulirkan saat OPM nanti adalah Rp6.500/kilogram, gula Rp7.000/kilogram dan minya goreng Rp.6.000/kilogram. Harga tersebut memang lebih murah di bandingkan harga pasaran.

Saat ini, harga beras medium di pasaran rata-rata Rp9.300/kilogram dan beras premium Rp11.800/kilogram. Sementara harga gula mencapai Rp12.250/kilogram. Sedangkan harga minyak goreng di pasaran mencapai Rp13.500/liter.

"Harga OPM itu sudah disubsidi sama pemerintah," kata Agus.

Dilanjutkannya, OPM saat bulan ramadan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Cimahi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Bulog.

Tujuannya, kata Agus, untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. "Selama bulan ramadan dan menjelang Idul Fitri," tandasnya.

Baca Lainnya