Senin, 9 Maret 2020 15:05

Geber Program Zero Waste, Pemkot Cimahi Anjurkan Semua PNS Bawa Tumbler

semua abdi negara Saat menunjukan tumbler yang dibawanya.
semua abdi negara Saat menunjukan tumbler yang dibawanya. [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi dianjurkan membawa kemasan air minum isi ulang (tumbler) mulai Senin (9/3/2020). Anjuran itu mulai diterapkan dalam pelaksanaan apel pagi tadi, dimana semua abdi negara menunjukan tumbler yang dibawanya.

Hal itu sesuai Surat Edaran Wali Kota Cimahi Nomor 55 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kemasan Air Minum Isi Ulang, yang diikuti dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Cimahi Nomor 05 Tahun 2020 tentang Penggunaan Kemasan Air Minum Isi Ulang pada Pemda Kota Cimahi.

"Allhamdulilah program kita dimulai dari Pemkot Cimahi untuk membudayakan semuanya menggunakan tumbler dengan tujuan sampah plastik berkurang," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (9/3/2020).

Para ASN saat Menunjukan Tumbler yang dibawanya

Penggunaan tumbler menjadi salah satu solusi Pemkot Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengurangi sampah sejak dari sumber, sebagaimana yang tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah dan Rumah Tangga.

Dalam Perpres tersebut disebutkan bahwa persentasi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maksimal 70 persen, dan 30 persen harus direduksi sejak dari sumber. Namun kenyataannya di Kota Cimahi angkanya belum menyentuh ketentuan tersebut.

"Ini program menuju zero waste, mengurangi sampah plastik di kantor. Kemudian merambah ke sekolah, baik SD maupun SMP. Itu sudah berjalan," ujar Ngatiyana.

Menurut Ngatiyana, program ini sedikitnya akan sangat berpengaruh terhadap pengurangan sampah plastik, jika semua ASN di Kota Cimahi yang berjumlah 4 ribu lebih sudah membiasakan membawa tumbler.

"Sangat efektif, karena dimulai dari PNS (ASN) bawa tumbler, belum ke sekolah. Saya ingatkan juga ASN itu sosialisasi ke masyarakat," imbuhnya.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny menambahkan, kebiasaan ASN membawa tumbler saat bekerja merupakan edukasi secara tidak langsung terhadap masyarakat. "Dengan bawa tumbler ini, pembelian air kemasan jadi berkurang, sampah juga saya yakin berkurang," ujarnya.

Berdasarkan catatan DLH Kota Cimahi tahun 2019, timbulan sampah mencapai 270,399 ton per hari. Komposisinya sampah organik 50,6 persen, kertas 8,6 persen, plastik 15,6 persen, logam 3,1 persen, kain 5,3 persen, gelas kaca 3,0 persen, B3RT 1,4 persen dan sampah lainnya 12,5 persen.

Ronny mengungkapkan, dari total timbulan sampah itu, yang bisa tertangani hanya 259,757 ton (96,06 persen) per hari, dan yang tidak tertangani 10,642 ton (3,94 persen) dalam sehari.

"Yang tertangani itu ada yang tereduksi dari sumber (pengurangan) sebesar 37,077 ton ata 3,71 persen sehari. Kemudian yang diangkut ke TPA sebanyak 222,68 ton per hari atau 82,35 persen," terangnya.

Baca Lainnya