Jumat, 3 November 2017 14:36

FSP LEM SPSI Bekasi Menjawab Tantangan Hubungan Industrial

Reporter : Jumadi Kusuma
Warnadi Rakasiwi Ketua Dewan Pimpimpan Cabang Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (DPC FSP LEM SPSI) Bekasi saat Peresmian Gedung Training Center DPC FSP LEM, belum lama ini.
Warnadi Rakasiwi Ketua Dewan Pimpimpan Cabang Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (DPC FSP LEM SPSI) Bekasi saat Peresmian Gedung Training Center DPC FSP LEM, belum lama ini. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pesatnya perkembangan industri di wilayah Bekasi, selain berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja, diyakini bakal menghadirkan berbagai problematika hubungan industrial yang makin massif dan kompleks, demikian dikemukakan Ketua Dewan Pimpimpan Cabang Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (DPC FSP LEM SPSI) Kabupaten dan Kota Bekasi, Warnadi Rakasiwi dalam siaran pers yang diterima limawaktu.id, Jumat (3/11).

"Terkait diresmikannya Gedung Training Center FSP LEM SPSI Bekasi yang merupakan hasil swadaya pekerja FSP LEM SPSI, merupakan salah satu pilihan strategis dan langkah nyata  FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi dalam upaya menjawab tantangan hubungan industrial yang akan dihadapi dalam beberapa tahun mendatang, khususnya di wilayah kabupaten dan kota Bekasi”, kata Warnadi.

Dalam beberapa tahun kedepan, wilayah kabupaten Bekasi akan menjadi kawasan industri terbesar, tidak saja di Indonesia, juga di Asia Tenggara. Saat ini saja sudah belasan kawasan industri berkembang di Kabupaten Bekasi, dengan diisi sekitar 4000 unit pabrik. Di antaranya 7 kawasan terkemuka, yaitu : MM 2100, Lippo Cikarang, Jababeka, Delta Mas, EJIP, Hyundai, dan Bekasi Fajar. Dari 7 kawasan besar yang berlokasi di Cibitung dan Cikarang ini saja terdapat sekitar 2000 unit pabrik, sebagian diantaranya industri di sektor otomotif, logam dan elektronik.

Mengantisipasi hal tersebut FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas kader-kader dan para anggotanya dalam berbagai pengetahuan, keterampilan dan pengembangan karakter,  sehingga mampu menjalankan kemitraan yang setara dalam hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Pembangunan Gedung Training Center merupakan wujud nyata dari komitmen itu. Dari pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan ini, akan digelar secara teratur, intens dan terus menerus berbagai program kegiatan pendidikan dan pelatihan. “Setelah peresmian gedung ini, kegiatan pelatihan akan dimulai dengan menggelar Pelatihan Juru Didik,” sebutnya.

Dengan diresmikannya Pusat Pelatihan ini, semua anggota  FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi yang saat ini beranggotakan sekitar 23 ribu orang mencakup 65 Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP LEM SPSI) / tingkat perusahaan berkesempatan menggunakan fasilitas ini, baik untuk kegiatan pendidikan, pelatihan maupun konsultasi para pekerja di sektor lain juga bisa memanfaatkannya. (jk)