Kamis, 14 Februari 2019 15:25

Fakta-fakta PNS di Cimahi yang 'Tercyduk' Nyabu Saat Jam Kerja

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Richard Nicolas menyebutkan, Suhendrik (37) memiliki rekam jejak atau track record prilaku yang buruk selama bekerja di RSUD Cibabat.

Suhendrik merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Cibabat yang ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi akhir bulan lalu. Ia tangkap atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,2 gram, yang kini dijadikan tersangka.

Baca Juga : Hebat, PNS ini Dipenjara Tapi Tetap Dapat Gaji

"Memang ada prilaku yang bertentangan dengan ketentuan sebagai PNS," kata Richard saat ditemui di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud, Kamis (14/2/2019).

Dikatakannya, awal masuknya yang bersangkutan ke RSUD Cibabat dinilai memiliki prilaku yang baik sebagai tenaga kontrak. Namun itu tak berlangsung lama. Suhendrik menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2008.

Baca Juga : PNS ini Jadi Orang Berikutnya yang Coreng Pemkot Cimahi

Selama menjadi abdi negara, diakuinya bahwa yang bersangkutan kerap bermasalah. Misalnya, tidak melaksanakan tugas sebagai mana yang diamanatkan sesuai tugasnya, kemudian melakukan hal-hal yang tidak diperkenankan oleh aturan hingga melakukan perbuatan yang dilarang oleh pemerintah.

"Yaitu pada 29 Januari terbukti perbuatan yang seharunya tidak boleh dilakukna oleh siapapun (menggunakan sabu)," ujar Richard.

Baca Juga : PNS KBB Nyambi jadi Pengedar Sabu Pernah Ngajar di SD Padalarang dan Batujajar

Jauh sebelum ditangkap, lanjut Richard, pihaknya sudah memberikan sanksi teguran kepada Suhendrik. Bahkan, sudah dilakukan beberapa kali rotasi pegawai, namun prilakunya tak kunjung membaik.

Bahkan, sebelum tertangkap, yang bersangkutan juga diklaim termasuk salah satu PNS yang mengikuti tes urine bersama para PNS lainnya. Tapi hasilnya, dinyatakan positif. "Mungkin saat itu dia (Suhendrik) sedang tidak mengkonsumsi (narkoba), karena obat yang dikonsumsi punya batas waktu," jelasnya.

Atas perbuatannya, selain tentunya terancam penjara 10 tahun karena diduga melanggar Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Suhendrik juga terancam diberikan sanksi sesuai aturan PNS.

Pihaknya sudah melaporkan yang bersangkutan kepada Wali Kota Cimahi untuk ditindaklanjuti sesuai aturan. Suhendrik terancam diberikan sanksi ringan, sedang hingga berat alias diberhentikan dengan tidak hormat.

"Nanti akan ditelusuri apakah masuk kategori mana ringan, sedang, berat setelah data yang bersangkutan diuji dan diolah dari aspek kepegawaian," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Suhenderik ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi 29 Januari 2019 di RSUD Cibabat. Dia ditangkap saat masih jam kerja atau sekitar pukul 15.00 WIB. 

Baca Lainnya