Rabu, 12 Desember 2018 13:50

Fakta Baru Soal Jual-Beli Sel di Lapas Sukamiskin Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Persidangan kasus suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018). 
Persidangan kasus suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018).  [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Isu soal pembelian kamar atau sel di Lapas Sukamiskin Bandung oleh para Narapidana (napi) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terungkap dalam persidangan kasus suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein">Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018). 

Dalam persidangan, bahkan terkuak fakta bahwa para napi bisa merenovasinya sesuai dengan selera. 

Baca Juga : Diancam Dua Tahun Penjara, Begini Awal Mula Mantan Kalapas Sukamiskin Bandung Terima Gratifikasi dari Fahmi Hingga Tubagus

Dalam sidang dengan agenda kesaksian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan seorang saksi, yakni Andi Rahmat (penuntutan terpisah) yang sebelumnya menjalani sidang dakwaan dalam kasus yang sama sebagai penyuap Wahid Husein. 

"Pak Fahmi ke sana (Sukamiskin) beli kamar yang keluar (penghuninya)," kata Andi.

"Apakah adanya pembelian kamar (sel) itu diketahui terdakwa (Wahid Husein)," tanya anggota majelis Marsidin Nawawi. 

Andi mengaku saat Fahmi masuk Lapas Sukamiskin, Kalapasnya masih Dedi Handoko. Namun, dirinya tidak menampik jika pembelian kamar diketahui oleh pihak lapas, yakni Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) yang saat itu dijabat Selamet. 

Tidak hanya itu, selama menjadi Tahanan Pendamping (Tamping), Andi juga bertugas merenovasi beberapa kamar atau sel kosong milik Fahmi. Setelah beres direnovasi, sel tersebut kemudian dijual kepada napi Tipikor yang baru masuk ke Lapas Sukamiskin. 

"Kamar tidak berpenghuni direnovasi, modalnya dari Fahmi. kemudian dijual (ke napi)," ujarnya.

Hingga kini sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi masih berlangsung.

Baca Lainnya