Sabtu, 27 Juli 2019 12:55

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Menurun, Aktifitas Wisata Dihentikan Sementara

Reporter : Fery Bangkit 
Pantuan Seismograf aktifitas gunung Tangkuban Parahu.
Pantuan Seismograf aktifitas gunung Tangkuban Parahu. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kasubbid Mitigasi Gunung Api (MGA) Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengungkapkan situasi terkini Gunung Tangkuban Parahu pasca mengalami erupsi pada Jumat (26/7/2019) sekitar pukul 15.48 WIB.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Nia menjelaskan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, erupsi yang terjadi saat ini adalah erupsi freatik. Erupsi freatik proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Baca Juga : Gunung Tangkuban Parahu Dikabarkan Erupsi

"Yang terjadi saat ini adalah erupsi freatik. Kalau erupsi freatik itu dari segi intensitas dia tidak akan membesar. Jadi mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi yang lebih besar dari itu," jelas Nia.

Dikatakannya, saat erupsi sore tadi, teramati adanya letusan abu yang menghasilkan material abu dengan ketinggian 200 meter dari dasar kawah berwarna kelabu tebal. Berdasarkan pemantauan terkini, erupsi di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu sudah menurun.

Baca Juga : Tangkuban Perahu Sempat Tertutup Debu Erupsi, Kapolsek Lembang:Sudah Steril!

"Saat ini hembusan masih berlangsung tapi warna hembusannya itu sudah berwarna putih. Artinya warna putih itu bahwa material yang dikeluarkan sekarang itu hanya dominan gas dan air, tidak terdeteksi adanya bantuan ke permukaan," ungkap Nia.

Kemudian saat terjadinya erupsi tadi, ada aktifitas erupsi kegempaan yang melebihi standar skala amplitude yang diskalakan. "Terlihat saat ini kegempaan sudah menurun, skalai amplitude sudah mengecil sekitar 15 milimeter," katanya.

Meski aktifitas erupsi sudah menurun, kegiatan wisata di Tangkuban Parahu dihentikan sementara sambil menunggu informasi terbaru dari tim pemantau Gunung Tangkuban Parahu.

"Untuk saat ini rekomendasi dari kami agar tidak berkegiatan radius 2 km dari kawasan Kawah Ratu Tangkuban Parahu," imbuhnya.

Baca Lainnya