Kamis, 4 Oktober 2018 14:46

Emil Usulkan Tanggal 03 Oktober jadi Hari Anti Hoax Nasional

Reporter : Iman Mulyono
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam acara Indonesian City Government PR Summit 2018 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Kamis (04/10).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam acara Indonesian City Government PR Summit 2018 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Kamis (04/10). [Iman Mulyono/limawaktu.id]

Limawaktu.id, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kepada pemerintah pusat supaya pada tanggal 3 Oktober ditetapkan sebagai Hari Anti Hoax Nasional. Pasalnya, tanggal tersebut masyarakat Indonesia khusunya Kota Bandung dibuat gaduh dengan informasi penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyebut, tanggal 03 Oktober adalah penanda peristiwa yang luar biasa. Sebab, Ratna Sarumpaet telah mengakui bahwa informasi penganiayaan adalah bohong. Pengakuan Ratna dinilai telah menelan banyak korban, termasuk di level elit nasional.


"Ini hikmah dari Allah SWT bahwa kondisi bangsa Indonesia mudah dibohongi, mudah-mudahan jadi pelajaran. Supaya jadi pelajaran jadi diingat-ingat saja, mungkin kita bikin Hari Anti Hoax Nasional," kata Emil usai membuka acara Indonesian City Government PR Summit 2018 di Bandung, Kamis (04/10).

Dikatakan Emil, penetapan tanggal 03 Oktober dikarenakan pada tanggal tersebut juga Ratna Sarumpaet telah mengaku sebagai seseorang yang telah membuat 'hoax terbaik'. Menurut dia, pengakuan tersebut membuat masyarakat Kota Bandung merasa sangat dirugikan pemberitaan yang telah beredar.

Emil mengungkapkan, bukan hanya masyarakat Kota Bandung saja yang merasa dirugikan oleh pemberitaan hoax tersebut. Menurutnya, warga Jawa Barat secara umum juga merasakan hal serupa. Selain itu, pihak Angkasa Pura dan TNI AU di Kota Bandung juga mengeluhkan tentang pemberitaan tersebut.

"Sebagai gubernur saya meminta Ibu Ratna meminta maaf. Warga Bandung merasa sangat dirugikan karena seolah tidak aman. Dengan berita itu, rusak citra Bandara Angkasa Pura, TNI AU juga dianggap kecolongan," kata dia.


Dijelaskan Emil, semenjak adanya pemberitaan tersebut, banyak masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat mengadu kepadanya melalui Media Sosial (Medos). Namun, untuk masalah hukum, dirinya menyerahkan kepada pihak berwenang dalam hal ini kepolisian.

"Mengharapkan mengimbau, makanya cukup dengan minta maaf, Insya Allah selesai. Urusan hukumnya nanti," kata dia.

Baca Lainnya