Senin, 3 Desember 2018 11:13

Ecoprint & Batik Produk KBB Dipamerkan dalam Peragaan Busana Jabar Ngagaya 2018 di TSM Bandung  

Reporter : Permana
Disperindag KBB bersama Irfan Jari_Hitam Ecoprint, yang menampilkan produknya di Pameran Jabar Ngagaya, TSM Bandung (1/12).
Disperindag KBB bersama Irfan Jari_Hitam Ecoprint, yang menampilkan produknya di Pameran Jabar Ngagaya, TSM Bandung (1/12). [Istimewa/limawaktu]

Limawaktu.id - Pameran Produk Textil Jawa Barat “Jabar Ngagaya”,  yang merupakan agenda tahunan Pemprov Jawa Barat memberikan dampak positif bagi para pengrajin, khususnya batik di Tatar Pasundan. Kegiatan Pameran Jabar Ngagaya menampilkan beberapa potensi batik yang ada di Jawa Barat, seperti batik khas Cimahi, Kabupaten Bandung, Sukabumi, Cirebon, Indramayu, dan juga Batik Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Jabar Ngagaya dengan Tema “Gelaran Produk Unggulan Tekstil Jawa Barat“, yang digelar selama tiga hari, Jum’at-Minggu (30/11-2/12) bertempat di Trans Studio Mall Bandung, bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kain daerah menuju pangsa pasar internasional di era globalisasi.

Pada Pameran Jabar Ngagaya 2018 ini, KBB menampilkan ecoprint dengan label Jari_hitam, batik dari Nabila Diva dan Tenun Isyfalana. Jabar Ngagaya sendiri selain menampilkan produk unggulan dari kabupaten/kota se-Jabar juga menggelar beberapa lomba, diantaranya lomba desain batik kontemporer dan lomba Peragaan Pakaian Jadi tingkat SD dan SMP.

M. Zainatul Kalam, pelajar SMA Negeri 1 Cililin, KBB, peraih juara ketiga dalam lomba desain batik kontemporer UMKM.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB berusaha mengikutsertakan potensi yang ada didaerahnya untuk dipromosikan, salah satu yang menjadi daya tarik stand Disperindag yaitu Jari_Hitam ecoprint, yang berasal dari Lembang, tepatnya di Kampung Areng, Desa Wangunsari. Dalam kesempatan tersebut Jari_Hitam Ecoprint mendapatkan buyer dari H&M Retail Indonesia dan Femina Grup. Ecoprint sendiri adalah seni olah kain dengan menggunakan bahan-bahan alami.

KBB berhasil menempatkan salah seorang pelajar dari SMA Negeri 1 Cililin,M. Zainatul Kalam sebagai juara ketiga dalam lomba desain batik kontemporer UMKM, dengan mengambil motif Flora & Fauna Khas Jawa Barat, yang menggambarkan burung ekek geling, anggrek bulan, sungai citarum, serta sulur lejet (labu siam) pada motif batiknya.

Sedangkan Monica Devi, pelajar kelas 7 SMP Negeri 1 Padalarang, berhasil menyabet juara ketiga dalam lomba Peragaan Pakaian Jadi Tingkat SMP, dengan menampilkan konsep casual milenial, menggunakan motif Jagat Loka mempertahankan filosofi batiknya dengan warna tambahan silver ditambah aplikasi bulu dan bordir bunga melati putih, yang menggambarkan milenial.

Baca Lainnya