Rabu, 27 Februari 2019 18:28

Dugaan Investasi Bodong oleh Pemilik Radio Mora Capai Rp 82 Miliar 

Reporter : Fery Bangkit 
Rabu (27/2/2019), ratusan korban dugaan investasi bodong itu kembali mendatangi rumah pemilik Radio Mora, Monang Saragih di Komplek Alam Asri Residence, Jln. Ciawitali, Kota Cimahi.
Rabu (27/2/2019), ratusan korban dugaan investasi bodong itu kembali mendatangi rumah pemilik Radio Mora, Monang Saragih di Komplek Alam Asri Residence, Jln. Ciawitali, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kasus penipuan berkedok investasi Koperasi Jasa Hukum radio Mora terjadi di Kota Cimahi. Investasi itu dimulai sejak 2015.

Rabu (27/2/2019), ratusan korban dugaan investasi bodong itu kembali mendatangi rumah pemilik Radio Mora, Monang Saragih di Komplek Alam Asri Residence, Jln. Ciawitali, Kota Cimahi.

Mereka meminta Monang mengembalikan uang yang telah diinvestasikan. Jumlah yang harus dikembalikan mencapai Rp 82 miliar. Jumlah itu disinyalir masih bisa bertambah karena masih banyak korban yang belum terdata.

Ai Susulowati, salah seorang korban mengatakan, ia mulai ikut investasi Koperasi Jasa Hukum Radio Mora itu sejak tahun 2015. Namun beberapa bulan kemudian, tak ada hasil yang didapat dari investasi itu.

Sebab merasa ada yang janggal, Ai meminta Monang untuk mengembalikan uang yang telah disetorkan. Pemilik Radio Mora itupun berjanji sejak tahun 2016 akan mengembalikannya. Tapi sampai saat ini janji itu urung direalisasikan Monang.

"Saya setor tahun 2015 itu Rp 150 juta. Tapi tidak jelas nasib uang saya. Saya minta dikembalikan semua, tapi baru Rp 87,5 juta yang dikembalikan," beber Ai.

Modal kepemilikan Radio Monang menjadi daya tarik bagi para korban untuk ikut investasi. Sebab, dengan adanya iklan siaran di radio itu bakal menguntungkan jika ikut investasi dalam koperasi Monang Saragih. 

"Jadi awalnya saya dengar di radio, ada investasi koperasi jasa hukum. Pasti janjinya manis, keuntungannya cepat, terus besar. Makannya saya percaya. Tapi selama 6 bulan uang saya justru tidak kembali," ungkapnya.

Hal serupa dialami korban lain bernama Dadang. Ia mengaku awalnya menginvestasikan uang sebesar Rp 200 juta karena tergiur dengan janji investasi dengan membuat kebun kesemek. Namun hasilnya hingga saat ini belum didapat.

"Mungkin karena dia pemilik radio, jadi mudah membujuk korbannya. Saya setor ratusan juta, tapi belum sedikitpun dikembalikan," katanya.

Para korban akhirnya hari ini bisa bertemu dengan Monang Saragih. Setelah dipaksa untuk mengembalikan uangnya, Monang pun kembali mengumbar janji bahwa uang para korban akan ditransfer paling lambat Maret mendatang.

"Kali ini kita paksa dia bayar, dia janji akan bayar awal Maret nanti dengan jaminan surat perjanjian bermaterai. Kalau tidak dibayar, kita akan datang lagi," tandasnya.

Baca Lainnya