Selasa, 4 Desember 2018 16:36

Duel Antar Ketua Geng Motor Dicpatat Berakhir di Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
Andri Sadam alias Be'ep (25), pimpinan salah satu geng motor di Cipatat diamankan jajaran Polsek Cipatat
Andri Sadam alias Be'ep (25), pimpinan salah satu geng motor di Cipatat diamankan jajaran Polsek Cipatat [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Duel antara pimpinan geng motor di Kampung Mekarjaya, RT 01/05, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus berakhir di jeruji besi.

Andri Sadam alias Be'ep (25), pimpinan salah satu geng motor di Cipatat diamankan jajaran Polsek Cipatat usai melukai korban bernama Jaenal dalam duel antara sesama pimpinan geng motor di Cipatat. Dua geng motor tersebut sudah lama berselisih, tapi di dalam duel tersebut tidak melibatkan anggota dari kedua kubu.

Baca Juga : Tiga Oknum Geng Motor Diamankan Polisi, ini Statusnya

"Kedua orang ini, pelaku dan korban, sama-sama ketua geng motor. Korban ialah Ketua Moonraker Cipatat, sedangkan pelaku merupakan Ketua GBR Cipatat. Di situ terjadi perselisihan yang mungkin mengatasnamakan dari geng motor tersebut, sehingga terjadi baku hantam," kata Kapolsek Cipatat, Kompol Asep Nandang di Mapolsek Cipatat, Selasa (4/12/2018).

Awalnya, terang dia, korban telah menyiapkan gongseng atau sebilah besi untuk menggergaji kayu. Namun, besi bergerigi sepanjang hampir satu meter itu direbut oleh pelaku. Pelaku lantas menyabetkan senjata tajam itu pada tangan korban. Pergelangan tangan kanan korban pun terluka, dan dua jari korban nyaris putus. 

Baca Juga : Geng Motor Bentrok Lagi, Warga Semakin Dibuat Resah

Beruntung, warga sekitar segera melerai perkelahian antara Be'ep dan Jaenal. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rajamandala, dan melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Cipatat. 

"Pelaku lalu kami amankan di rumahnya. Tidak ada perlawanan saat pelaku diamankan," ujarnya. 

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok Motor, Wali Kota Cimahi Rencanakan Panggil Dedengkotnya

Dalam penyidikan, kata Asep, polisi masih mendalami motif korban yang membawa senjata tajam untuk berduel, apakah sudah direncanakan atau tidak. Polsek Cipatat, kata dia, juga mengimbau para remaja dan pemuda agar turut menciptakan situasi aman dan kondusif. Apalagi, pemuda merupakan generasi penerus bangsa. 

"Sebagai antisipasi agar tidak terjadi perselisihan geng motor lagi, kami tetap melakukan perintah dan petunjuk dari pimpinan, yang mana kami lakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Contohnya, patroli yang semakin intensif, lalu kegiatan preventif yang dilakukan oleh babinkamtibmas," tuturnya.

Sementara itu, Be'ep mengaku bahwa perseteruan dengan geng motor lain mencuat sejak dirinya mendirikan GBR di Cipatat, yakni pada 2014. Penganiayaan terhadap korban, diakuinya juga didasarkan oleh motif dendam, karena warung dan rumahnya dirusak oleh geng motor pimpinan Jaenal. 

"Memang sudah ada dendam. Saya tahu korban, karena kami sudah sering saling serang. Motifnya ya karena beda bendera saja. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali kami bentrokan. Ya sejak saya mendirikan GBR saja, tahun 2014. Dari anak GBR juga sudah banyak yang jadi korban," kata.

Akibat perseturuan yang berakhir dengan melukai korban, Be'ep yang statusnya merupakan residivis itu terancam hukuman penjara lima tahun.

Baca Lainnya