Kamis, 13 Desember 2018 13:30

Dua Oknum Geng Motor di Cimahi Terancam Bui 2 Tahun

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Dua oknum anggota geng motor di Kota Cimahi terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Keduanya, oknum geng motor berinisial ZS (28) dan JK (29) itu dikenakan Pasal 170 KUH Pidana.

Sebelumnya, dua anggota geng motor itu terlibat dalam aksi penghadangan dan penyerangan terhadap anggota geng motor lain yang sedang melintas di Jalan Kebon Kopi Cibeureum Kota Cimahi tanggal 2 Desember lalu.

Baca Juga : Tiga Oknum Geng Motor Diamankan Polisi, ini Statusnya

Dalam aksi kekerasan tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka bacok senjata tajam. Masing-masing atas nama Ajat Sudrajat (37) dan Hamdani Pratama (15) tahun warga Kelurahan Melong, kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kedua tersangka yang kini diamankan di Polsek Cimahi Selatan.

Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman didampingi Kanit Reskrim AKP Yogaswara dikonfirmasi mengatakan, tersangka ZS ditangkap tanggal 6 Desember di Regol Kota Bandung, sedang JK ditangkap di Cimahi tanggal 7 Desember 2018.

Baca Juga : Geng Motor Bentrok Lagi, Warga Semakin Dibuat Resah

"Ditangkapnya itu berdasarkan hasil penyelidikan kita serta dengan analisa dan evaluasi dari rekaman CCTV yang ada disekitar TKP," terangnya, Kamis (13/12/2018).

Dalam peristiwa penyerangan itu, tersangka ZS ikut bersama-sama melakukan penghadangan, kemudian merusak dan memukul motor korban dengan menggunakan sebatang kayu dengan panjang 120 cm. Demikian pula dengan JK yang membawa kayu sepanjang 1 meter yang ikut melakukan penghadangan dan berkali-kali memukul ke motor korban.

Baca Juga : Bentrok Antar Kelompok Motor, Wali Kota Cimahi Rencanakan Panggil Dedengkotnya

"Selain kedua tersangka, penyidik sudah menyita sejumlah barang bukti diantaranya 1 (satu) unit sepeda motor milik korban Hamdani, 1 (satu) batang dahan pohon, 1 (satu) balok kayu, dan pecahan batu bata," katanya.

Menurut keterangan tersangka, kata Sutarman, hingga saat ini motif para pelaku melakukan penyerangan masih belum jelas dan masih dalam penyelidikan. Namun penyidik masih terus berusaha memburu tersangka lainnya yang masih buron. 

"Serta mencari senjata tajam yang digunakan untuk melukai korbannya sebagai barang bukti," tandasnya.

Baca Lainnya