Rabu, 31 Januari 2018 17:06

Dua Kerangka Manusia yang Hebohkan Warga di Cimahi akan Dibongkar Kepolisian

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Mayat Tak Dikubur
Lokasi Mayat Tak Dikubur [Limawaktu]

Limawaktu.id - Guna memastikan penyebab kematian Nanung Sobana dan Hera Sri Herawati, Polres Cimahi menyatakan akan membongkar makam keduanya.

Sebelumnya, warga Gang Jeruk, Nusa Indah VI RT 07/17, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, digegerkan dengan penemuan dua kerangka manusia atas nama Nanung dan Hera di rumah Neneng Hatidjah yang tak lain merupakan istri dari Nanung dan ibu dari Hera.

Neneng, ditemani kedua anak kedua dan ketiganya, dan Deni Rohmat hidup berdampingan selama dua tahun dengan jasad Nanung dan Hera.

Namun, pada Selasa (30/1/2018), kisah nyata Neneng dan keluarga terungkap. Kedua kerangka Nanung dan Hera akhirnya dikuburkan hari itu juga. 

Menurut Niko, pembongkaran tersebut dilakukan untuk menemukan apakah suami dan anak Neneng meninggal karena sakit atau ada kemungkinan tindak pidana yang menyebabkan keduanya meninggal.

"Kami memastikan akan melakukan pembongkaran makam dari Nanung dan Hera, terlepas dari hasil observasi psikiater yang mengungkapkan mereka terganggu jiwanya atau tidak, dan bisa bertanggung jawab terhadap perbuatannya," ujar Niko saat ditemui di Mapolres Cimahi Jalan Amir Mahmud, Rabu (31/1/2018).

Dikatakan Niko, saat ini Polres Cimahi dan Polsek Cimahi Selatan sedang melaksanakan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) terkait temuan barang bukti di lokasi penemuan kerangka manusia di Melong. 

"Kami juga sedang mengumpulkan informasi dan keterangan dari saksi, apakah ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tiga orang yang hidup di dalam rumah itu dengan menyimpan kerangka manusia, meskipun hubungannya keluarga, dalam hal ini suami dan anak Neneng," kata Niko.

Sampai saat ini, lanjut Niko, pihak kepolisian belum melihat ada motif lain yang mendasari Neneng menyimpan kerangka suami dan anaknya, selain karena motif mendapatkan hidayah setelah melaksanakan salat tahajud selama 40 hari berturut-turut.

"Jadi kalau berkaitan dengan kepercayaan yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah biar ahli yang memutuskan. Untuk saksi, yang jelas tiga orang yang hidup di dalam rumah itu, warga terdekat, aparat pemerintahan, dan pihak keluarga dari Neneng sudah dimintai keterangan," jelas Niko.

Sebelumnya, kepolisian menyita sejumlah barang bukti dua pucuk keris, tembakau rokok, lima batang rokok filter, batu ali dan tasbih.