Limawaktu.id, Kota Bandung - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bandung mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera memecat Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem, atas pernyataannya yang provokatif dan mengganggu stabilitas nasional.
Hal itu menjadi salah satu tuntutan dari GMNI Bandung menyikapi situas politik yang sedang berkembang saat ini.
Tak hanya itu, GMNI Bandung juga menuntut DPR RI untuk mengutamakan aspirasi rakyat dan menghentikan pembahasan kenaikan tunjangan fantastis yang mencederai rasa keadilan rakyat.
“Kami juga mendesak Polri bertanggung jawab atas tewasnya Alm. Affan Kurniawan (driver ojol) akibat terlindas mobil rantis Brimob, serta segera memecat oknum yang terlibat, serta menuntut reformasi internal Polri agar kembali pada tugas pokok yaitu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, bukan menjadi tameng penguasa dalam menindas rakyat,” ungkap Ketua DPC GMNI Bandung Muhammad Irvan Fadillah Ramadhan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Menurut Irvan, GMNI juga meminta seluruh jajaran Polri di daerah, khususnya Jawa Barat, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, tidak melakukan tindakan represif terhadap rakyat yang menyampaikan aspirasi secara damai.
“ DPC GMNI Bandung menilai bahwa demokrasi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian besar, ditandai dengan kegagalan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam menyerap aspirasi rakyat dan meningkatnya tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, Lima tuntunan GMNI yang disebut dengan Pancatura ini adalah bentuk komitmen GMNI untuk tetap berada di garis rakyat.
“GMNI Bandung berdiri tegak bersama rakyat. Lima Tuntutan Rakyat ini adalah suara kolektif yang harus diperjuangkan. Kami menyerukan agar DPR, Polri, dan seluruh institusi negara kembali pada tugas mulia untuk melayani rakyat, bukan menyakiti rakyat, kami juga sangat mendesak untuk DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset guna menjaga komitmen Indonesia bebas dari Korupsi. Selama rakyat masih ditindas, GMNI Bandung akan terus berjuang.” Jelasnya.
Dia menerangkan, per tanggal 29 Agustus 2025 kemarin aksi pun sudah dilaksanakan oleh GMNI diberbagai daerah guna menindaklanjuti hasil konsolidasi serentak.
"Kami mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap masa aksi diberbagai daerah juga kepada wakil rakyat yang masih bungkam terhadap suara rakyat, GMNI Bandung akan terus berdiri di barisan depan, mengawal kepentingan rakyat, dan memperjuangkan demokrasi. Atribut boleh rusak, tubuh boleh luka, tetapi semangat juang kami tidak akan pernah padam. Selama rakyat masih ditindas, GMNI Bandung tidak akan pernah mundur," terang Irvan