Senin, 19 April 2021 12:36

Dorong Inovasi Pelayanan Publik melalui Kompetisi Motekar Award 2021

Reporter : Bubun Munawar
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana didampingi Sekda Dikdik S Nugrahawan membuka Kompetisi Inovasi Cimahi Motekar Award (ChiMA) Tahun 2021
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana didampingi Sekda Dikdik S Nugrahawan membuka Kompetisi Inovasi Cimahi Motekar Award (ChiMA) Tahun 2021 [humas]

Limawaktu.id,- Inovasi terkait pelayanan publik Kota Cimahi penting untuk terus dikembangkan. Upaya untuk mendorong tumbuhnya inovasi ini sangat relevan seiring dengan masih banyaknya masalah lama perkotaan seperti penyediaan air bersih, permukiman, penyediaan lapangan pekerjaan, dan pendidikan yang inklusif.

Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, kesemua permasalahan ini memerlukan tindakan dengan pola pikir baru yang mengharuskan unit pelayanan publik untuk dapat beradaptasi, berpikir lebih keras, serta kreatif.

“ Adapun proses dalam membuahkan pengetahuan baru ini kemudian dinamakan berinovasi atau dalam Bahasa sunda disebut Motekar,” unglapnya, menanggapi digelarnya Kompetisi Inovasi Cimahi Motekar Award (ChiMA) Tahun 2021.

Mneurutnya, Kompetisi inovasi ini  diharapkan dapat menyalurkan dan menyumbangkan inovasi-inovasi terbaru, sehingga Kota Cimahi ini dapat berkembang lebih baik lagi kedepan nya, serta menciptakan Sumber Daya Manusia, Pekerja, ASN, Kepala Daerah, atau semua  peserta yang mengikuti kompetisi ini merumpuni semua.

Tak hanya itu, kata Ngtaiyana, kompetisi ini  dapat memberikan kontribusi tinggi dengan memberikan ide-ide inovasi yang bermanfaat, memunculkan tenaga dan pemikiran baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari khususnya di Pemerintahan Kota Cimahi.

“Hal tersebut diupayakan dalam rangka mendukung tugas pokok Pemerintahan Kota Cimahi,” katanya.

Ditambahkan Ngatiyana, pelaksanaan Kompetisi Motekar Award Tahun 2021 ini terdiri dari 4 (Empat) tahap yaitu: (1) Pendaftaran dan pengukuran indeks kematangan inovasi menggunakan sistem informasi indeks inovasi daerah dari Kemendagri RI; (2) Wawancara finalis oleh para juri, dimana proses wawancaranya direncanakan akan dilakukan secara live melalui jaringan youtube yang akan disediakan; (3) Mengunggah video inovasi disosial media youtube untuk memperoleh tanggapan dan umpan balik dari masyarakat; dan (4) Penetapan pemenang kompetisi. Nantinya kompetisi ini secara teknis akan memperebutkan piala bergilir yang seiring berjalannya waktu juaranya diharapkan bisa berganti-ganti, sesuai dengan kinerja inovasi pada setiap perangkat daerah.

Ngatiyana mengklaim, pelaksanaan kompetisi inovasi Motekar Award (ChiMA) 2021 ini sesuai dengan program yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Saya berharap melalui kompetisi ini, hasil karya para dosen dan komunitas ataupun penggerak perorangan bisa disinergikan dengan program kerja di perangkat daerah hingga ke puskesmas, UPTD dan tiap kelurahan. Insya Allah ini sesuai dengan garis kebijakan dari Kemendagri dan Kemenpan-RB. Ke depannya kami pun akan berupaya untuk memfasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual inovasi bapak-ibu para akademisi sekalian,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer