Rabu, 13 Mei 2020 14:43

Donasi Dampak Covid-19, Heru Prayoga Jual Lukisan Seikhlasnya

Reporter : Bubun Munawar
Pelukis Heru Prayoga menggoreskan kuas di kanvas saat pameran di Hotel De’Paviljoen, Jalan Riau, Bandung, Selasa (12/5).
Pelukis Heru Prayoga menggoreskan kuas di kanvas saat pameran di Hotel De’Paviljoen, Jalan Riau, Bandung, Selasa (12/5). [Humas Kota Bandung]

Limawaktu.id- Ada hal berbeda dilakukan pelukis Heru Prayoga, ditengah Pandemi Corona saat ini. Betapa tidak, pelukis yang biasa mendapatkan bayaran ratusan juta rupiah ini tak mematok harga, saat berpameran di Hotel De’Paviljoen, Jalan Riau, Bandung, sejak Selasa (12/5).

Pelukis yang sudah dikenal dan memiliki kolektor di seantero Asia ini bahkan mendonasikan hasil penjualan lukisannya untuk membantu warga terdampak pandemi Covid-19.

“Ada yang bertanya, apakah saya tidak takut jatuh dengan menjual harga seikhlasnya? Saya tidak akan pernah jatuh, Allah yang menentukan hidup saya. Tapi saya bisa berbuat untuk membantu sesama. Jangan pernah memperhitungkan untung rugi dalam situasi seperti ini,” ucap Herru.

Dari 53 lukisan yang dipamerkan, tiga lukisan yang dilelang dibuat Herru dengan tema khusus Covid-19. Bahkan pelukis yang menyandang titel pelukis tercepat di Asia Tenggara ini membuat dua lukisan terakhir secara langsung dalam waktu singkat.

Dengan karakter khasnya membuat lukisan abstrak ekspresionis modern, Herru menggoreskan cat berwarna hijau dan merah di antara warna dasar hitam yang ditimpa oleh warna putih. Demo lukisan pertamanya ini dilakukan dalam waktu 6 menit 34 detik.

“Bagaimana Bandung tampak begitu hijau asri, tapi ada garis merah yang masuk, Covid-19. Kita harus berhati-hati menjaga jarak, ikuti anjuran pemerintah. Mudah-mudahan merah ini cepat berlalu,” katanya.

Kemudian di aksi kedua melukis cepatnya, Herru kembali melukis dengan tema Kota Bandung yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Dalam waktu 6 menit 50 detik, dia membuat beberapa tangkai bunga.

“Kota Bandung terkenal sebagai Kota Kembang, kita jangan terlampau terlena dengan Covid-19. Kita harus ingat bahwa Bandung daerah yang sejuk, tentram, damai, dan penuh rasa. Kita harus selalu happy seperti bunga,” terangnya.

Dalam gerakannya kali ini, Herru mengusung tema Song for Covid-19. Sepanjang aksinya mendemonstrasikan melukis cepat, dia berkolaborasi bersama Bambang, salah seorang musisi dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ).

“Song for Covid-19 ini bukannya kita bergembira dengan adanya wabah ini. Tapi kalau dikasih lagu yang menyenangkan, mudah-mudahan Covid-19 ini cepat hilang dan pergi,” tegasnya.

Bagi yang berminat untuk membeli karya Herru sambil berdonasi, bisa datang langsung ke Hotel De’Pavilijoen dan menghubungi bagian resepsionis. Lelang offline ini dibuka dalam waktu satu pekan ke depan.

Namun bagi yang berminat langsung atau diluar waktu tersebut, bisa menghubungi Herru di nomor seluluer 085872101099. Terdapat 53 lukisan dengan beragam ukuran mulai dari yang terkecil berdimensi 61x81 cm hingga lukisan berukuran 145x100 cm.

“Tahun ini adalah tahun penyambung nyawa, bisa makan sederhana sudah sangat bersyukur. Kawan kami memang masih banyak yang butuh tapi tidak salahnya kita membantu yang lain. Nanti bantuannya akan kita salurkan dalam bentuk bantuan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya yang hadir dalam acara lelang ikut mengapresiasi aksi Herru. Tak hanya terkesan dengan keahliannya dalam melukis, namun menurutnya gerakan Herru ini menjadi wujud kolaborasi dan kepedulian sesama warga Kota Bandung dalam melawan Covid-19.

“Gerakannya ini secara filosofis melawan pandemi yakni dengan memerlihatkan kemandirian manusia dalam mengatasi bencana . Ini juga menunjukan partisipasi manusia untuk berbagi dengan sesamanya,” kata Sony. 

 

Baca Lainnya