Kamis, 1 Agustus 2019 16:22

DK Kendalikan Peredaran Narkotika dari Lapas

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara dan pihak Lapas Jelekong saat memperlihatkan barang bukti narkoba.
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara dan pihak Lapas Jelekong saat memperlihatkan barang bukti narkoba. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Polres Cimahi membongkar peredaran narkoba jaringan Lapas Narkotika Kelas II A Bandung (Jelekong). Lima pengedar ditangkap dalam 18 hari. Dari tangan mereka, polisi mendapati sekitar 32 gram narkotika jenis sabu dan sekitar 450 gram jenis ganja.

Kelimanya adalah CR (20) warga Desa Haurwangi Kabupaten Cianjur, AK (28) warga Desa Mandalasari Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, DK (33) warga Desa Haurwangi Kabupaten Cianjur, SW (25) warga Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat Bandung Barat dan MA (20) warga Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat Bandung Barat.

Baca Juga : 19 Kurir Narkoba Ditangkap Dalam Dua Pekan Terakhir

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat pihaknya menangkap tersangka CR tanggal 8 Juli 2019 di Desa Rajamandala, Cipatat, Bandung Barat. Dari tangan CR polisi mengamankan barang bukti sekitar 28,699 gram sabu.

"Kemudian dari daerah Cipatat itu dikembangkan lagi ke daerah Cianjur, kita menangkap satu tersangka berinisial AD. Kita amankan dari tangan AD 3,0945 sabu dan ganja 197,9904 gram ganja," ungkap Rusdy saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kamis (1/8/2019).

Berdasarkan keterangan tersangka CR dan AD, beber Rusdy, narkotika jenis sabu dan ganja siap edar itu merupakan milik tersangka tersangka DK. Dari pengakuan keduanya, DK adalah seorang narapidana yang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Jelekong.

Selanjutnya, Satres Narkoba Polres Cimahi bekerja sama dengan pihak Lapas Jelekong untuk melakukan penyelidikan terhadap seseorang yang disebut DK. Akhirnya DK berhasil ditemukan petugas.

"Dari tangan DK didapat barang bukti berupa 1 (satu) buah handphone beserta simcard-nya," ujar Rusdy.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap DK, pihak kepolisian mendapat informasi baru bahwa barang haram itu didapat dari tersangka berinisial SW dan MA. Dari keterangan itu, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua tersangka terakhir di daerah Cipatat, Bandung Barat pada 25 Juli 2019.

"Dari 2 (dua) tersangka itu turut diamankan 8 paket ganja dengan berat kotor 254,09 gram," terang Rusdy.

Saat ini, Satres Narkoba Polres Cimahi masih melakukan penyelidikan terhadap pemasok narkoba itu yang dikenalikan oleh tersangka DK. "Hingga saat ini masih kami lakukan upaya terhadap kemungkinan adanya tersangka lain atau barang bukti lain. Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak lapas untuk pemberantasan narkoba," tandasnya.

Atas perbuatannya, para sindikat narkoba jaringan Lapas itu disangkakan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Berdasarkan aturan hukum, para tersangka terancam hukuman 4-20 tahun penjara.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas II A Bandung, Gun Gun Gunawan mengakui, pihaknya mendapat informasi adanya dugaan keterlibatan narapidana di Lapas Jelekong dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

"Saat itu juga begitu konfrontasi, kita ambil orang tersebut itu (DK)," ucapnya.

Baca Lainnya