Minggu, 14 Oktober 2018 16:07

Dituduh Monopoli Proyek, Begini Jawaban Cerdas Wali Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Walikota Cimahi Ajay M Priatna.
Walikota Cimahi Ajay M Priatna. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Jelang satu tahun memimpin, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mulai diterpa isu tak sedap.

Ajay dituduh sejumlah pengusaha kontraktor ikut bermain dalam Proyek di Kota Cimahi. Menurut mereka, ada monopoli paket kegiatan yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) oleh kelompok yang mengatasnamakan Tim Wali Kota, baik yang berasal dari partai politik ataupun simpatisan.

Baca Juga : Beda Perlakuan Antara UMKM Berizin dan Belum Berizin di Kota Cimahi

"Sehingga berdampak kepada pengusaha asli orang Cimahi yang hanya sebagai 'penonton'," ujar Pimpinan Forum Komunikasi Pengusaha Cimahi, Maruli SH saat dihubungi via sambungan telepon, Minggu (14/10/2018).

Maruli mengungkapkan, ada beberapa masalah serius yang menurutnya harus segera diatasi agar tidak menimbulkan kekisruhan antar pengusaha kontraktor. Akibatnya bisa berdampak terhadap hasil kerja yang tidak maksimal. 

Baca Juga : 322 Pelamar CPNS di Cimahi Gagal Penuhi Syarat Administrasi Online

"Memang ada (kebagian) tapi tidak maksimal. Termasuk organisasi konstruksi seperti Gapensi juga sekarang tidak diakui keberadaanya," ujar Maruli.

Maruli menganggap, Ajay sebagai Wali Kota hanya memanfaatkan posisi kepala daerah untuk mencari keuntungan bisnis ketimbang memberi pelayanan kepada masyarakat.

"Itu opini yang berkembang dimasyarakat saat ini," ucapnya.

Menjawab tudingan itu, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menegaskan, tuduhan yang dialamatkan terhadapnya terkait proyek sangatlah tidak benar. Sebab, dirinya mengaku tak pernah tahu siapa pemenang tender, sebab proses tender berada di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Apalagi, sistemnya sudah online.

"Yang pasti saya sempat bertanya, ternyata banyak kontraktor Cimahi yang mendapat pekerjaan di Cimahi. Jadi nggak mungkin kalau pemenang proyek semuanya didominasi oleh orang di luar Cimahi," ungkapnya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, Minggu (14/10/2018).

Bahkan untuk meyakinkan dirinya tak sama sekali mendikte terkait pemenangan proyek, Ajay mempersilahkan masyarakat untuk mengecek langsung ke lapangan.

"Temen-temen (kontraktor) pasti semua pada kenal, lapangannya pasti sudah pada tau tinggal cek saja, itu kan (mengecek) pekerjaan mudah orang masih ada pekerjaannya," tegas Ajay.

Kendati demikian Ajay menganggap tuduhan-tuduhan dari segelintir orang itu adalah hal yang wajar. Sebab dengan latar belakang pengusaha, Ajay sadar pasti banyak orang berpikir dirinya akan memanfaatkan kekuasaannya untuk mempermudah mendapatkan proyek pemerintah.

"Sudah pasti tudingan itu ada, karena latar belakang saya, makanya saya tidak pernah ikut campur. Apalagi ikut memperebutkan kue yang ada di Kota Cimahi," jelasnya.

Baca Lainnya