Selasa, 14 November 2017 12:44

Disidang Tipiring, Puluhan PKL Mangkir

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas melakukan Sidang Tipiring kepada PKL yang berjualan ditempat terlarang
Petugas melakukan Sidang Tipiring kepada PKL yang berjualan ditempat terlarang [limawaktu]

Limawaktu.id, - Penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3) tak membuat jera para Pedagang Kaki Lima (pkl) di Kota Cimahi.

Nyatanya, para pedagang berbagai varian tersebut masih berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan sesuai Perda, seperti di trotoar dan bahu jalan. Terakhir, 57 PKL terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi yang digelar Sabtu-Minggu (11-12/11) di Cimahi.

 Ke-57 PKL tersebut harus menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (tipiring) di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Jalan Raya Baros, Selasa (14/11/2017). Namun, yang terpantau mengikuti sidang hanya sekitar 15 PKL.

"Sebetulnya yang terjaring razia kemarin itu sekitar 57 PKL, tapi kayanya gak datang semua," ujar Kepala Bidang Bidang Penegak Perda Dinas Satpol PP Kota Cimahi, Rini Lusy saat ditemui usai Sidang Tipiring, Selasa (14/11/2017).

Dikatakan Rini, mayoritas PKL di Kota Cimahi yang mengikuti sidang lebih dari sekali. "PKL banyaknya dia lagi dia lagi yang melanggar. PKL didenda Rp 50 ribu," ucap Rini.

Usep Ismadi (61), salah seorang PKL yang berjualan di sekitar Alun-alun Kota Cimahi menuturkan, selama ia berjualan, baru kali ini terjaring razia Satpol PP Kota Cimahi.

"Saya jualan rokok dan kopi di Alun-alun dari tahun 2000, baru kali ini kena," ujarnya.

Dalam sidang Tipiring kali ini, ia terpaksa harus membayar Rp 50.000. "Saya tadi bayar Rp 50 ribu," ucapnya.(kit)

Baca Lainnya