Senin, 12 November 2018 13:06

Dishub Kota Cimahi Bakal Buka Trayek Baru, ini Rutenya

Reporter : Fery Bangkit 
Terminal Cimindi.
Terminal Cimindi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Perhubungan Kota Cimahi bakal membuka trayek baru bagi angkutan umum (angkot) di Kota Cimahi. Kemungkinan, trayek baru itu akan diujicobakan tahun depan. 

Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengungkapkan, tahun ini pihaknya akan fokus pada sosialisasi, menampung apsirasi masyarakat. Khususnya warga yang terkena dampak pembukaan trayek baru itu.

Baca Juga : Terminal Warisan Atty Suharti ini Semakin Sepi

"Uji coba rencananya tahun 2019. Kita alokasikan di triwulan kedua," terang Ranto saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (12/11/2018).

Rencananya, trayek itu akan dibuka untuk jalur Cimahi Utara-Cimahi Tengah. Yakni meliputi Pasar Citeureup (Pasar Kuda), masuk lewat Jalan Kamarung, Jalan Permana, Jalan Sukarasa, Jalan Ciawitali, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jalan Jati Serut, Jalan Pesantren, Jalan Amir Mahmud dan masuk ke Terminal Cimindi.

Baca Juga : Dishub Kota Cimahi Rencanakan Pemasangan CCTV di Terminal Cimindi

Ranto menjelaskan, rencana dibukanya jalur baru itu dikarenakan selama ini belum tersentuh angkutan umum untuk akses mobilisasi. "Selama ini rute itu 60 persen belum tersentuh angkutan kota kenapa? Iya diharapkan akan memudahkan pergerakan masyarakat," ujar Ranto.

Dikatakan Ranto, jika trayek baru itu sudah dibuka, mobilitas maysarakat, khususnya yang akan mengurus berbagai keperluan baik ke kantor Pemkot Cimahi maupun kantor Kecamatan Cimahi Utara.

Baca Juga : Terminal Cimindi Semakin 'Dicuekin' Sopir Angkot

Perihal penolakan dari sejumlah ojek pangkalan, Ranto menilai hal itu sudah lumrah terjadi dalam penentuan kebijakan. Namun, pihaknya sudah menyampaikan pengertian kepada para penolak bahwa rute baru itu tak akan mengurangi okupansi penumpang ojek pangkalan.

"Kami menyampaikan sasaran penumpang angkot dengan ojek pangkalan beda, rutenya sudah ditentukan. Jadi jangan khawatir untuk ojek pangkalan, saya rasa targetnya pun beda," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ranto, ada masukan juga dari warga agar Jalan Permana dilebarkan. Sebab, jalur yang ada sekarang tak ideal jika digunakan jalur umum angkot. Pihaknya pun akan mengajukan rekomendasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk pelebaran jalan tersebut.

"Khususnya di Jalan Permana perlu dilakukan pelebean 2,8 meter. Kami akan rekomendasikan hal ini ke PUPR untuk memperbaiki ruas jalan apabila jadi untuk uji coba trayek perkotaan itu," bebernya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer