Senin, 4 Maret 2019 10:47

Disebut tak Adil Soal Promosi PNS, Wali Kota Cimahi 'Ngeles' Begini!

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna.
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Ramai kekecewaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) soal rotasi, mutasi dan promosi, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna pun angkat bicara.

Orang nomor satu di Kota Cimahi itu menampik dikatakan tidak adil dalam rotasi, mutasi dan promosi ini. Dirinya mengklaim bahwa kebijakan ini sudah sesuai pangkat dan golongan.

Baca Juga : Ajay Rotasi Pejabat Eselon III dan IV, Efektifkah? 

"Tidak ada yang loncat-loncat jabatan, jadi sesuai pangkat dan golongannya," kata Ajay, Senin (4/3/2019).

Khusus promosi, Ajay hanya menjawab baru akan menginventarisir melalui Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi. Seperti diketahui, sebelumnya promosi era Ajay dianggap tak adil.

Baca Juga : Promosi dan Rotasi 'Aneh' di Tubuh Pemkot Cimahi

Sebab ada kasus seorang PNS yang sudah mengabdi selama puluhan tahun namun tak kunjung mendapat promosi jabatan. Padahal, rekannya sesama PNS yang memiliki golongan sama tapi kini sudah menjadi sekelas sekretaris dinas.

"Sudah saya minta untuk diinventarisir ke BPKSDMD, jadi nanti tau mana yang harusnya promosi," tandasnya.

Baca Juga : 'Dagang Sapi' Mutasi, Rotasi dan Promosi PNS di Pemkot Cimahi

Sebelumnya, sejumlah PNS di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi mengaku heran dengan rotasi dan promosi yang dilakukan era Wali Kota, Ajay Muhammad Priatna.

Seperti diketahui, Rabu (27/2), sebanyak 189 PNS di Pemkot Cimahi mendapat giliran dirotasi dan promosi jabatan. Para PNS kebanyakan lebih menyoroti promosi jabatan yang dinilai janggal.

Contoh kasusnya, ada PNS golongan III D yang enggan disebutkan namanya. Ia sudah bekerja menjadi PNS sejak 22 tahun, dan sampai sekarang hanya bertahan sebagai staff. Padahal, ada rekannya yang memiliki golongan yang sama sekarang ini sudah menjabat setingkat sekretaris dinas.

Lebih parahnya lagi, PNS yang bersangkutan sekarang dirotasi ke salah satu kecamatan dengan posisi sama, yakni staff. Sementara atasannya di kantor kecamatan tersebut yang juga dirotasi, memiliki pangkat dan golongan lebih rendah, yakni III C yang baru didapatnya.

"Bukan mengeluh soal kebijakannya, kalau itu kami menerima karena sudah konsekuensi. Hanya saja ini tidak pas soal penempatan dan hak promosi," ungkap ASN yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.

Padahal melihat lama masa dan pengalaman kerja, ASN tersebut mengaku sudah seharusnya menerima promosi. Sebab ASN lain yang seangkatan dengannya bahkan sudah ada yang menjadi sekretaris dinas.

"Saya sudah berpindah-pindah posisi, bahkan sejak Kota Cimahi masih bagian Kabupaten Bandung. Saya sudah 22 tahun jadi ASN, dan sekarang stagnan sebagai staf," jelasnya.

Dia mengatakan, atasan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya tidak mengajukan promosi jabatan untuk dirinya, dengan alasan belum memenuhi syarat.

"Saya juga tidak tahu syarat apa yang belum terpenuhi, padahal banyak ASN lain yang sudah dapat promosi. Saya tidak mau berburuk sangka, tapi mungkin ada sentimen tersendiri. Atasan saya itu sebetulnya dulu sempat belajar sama saya malahan, jadi saya tau kualitasnya seperti apa," bebernya.

ASN Pemkot Cimahi lainnya yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan, untuk melakukan rotasi dan mutasi, seharusnya wali kota dan OPD terkait mempertimbangkan pangkat dan golongan, pola karir, serta masa kerja, dan latar belakang.

Apalagi, rotasi dan mutasi yang dilakukan berangkat dari pengajuan pimpinan di masing-masing dinas sehingga kerap memunculkan sentimen subjektifitas.

"Masa iya ada atasan yang golongan, pola karir, masa menduduki eselon lebih rendah dan lebih singkat dari bawahan, kan tidak bisa begitu. Nanti tidak bisa melakukan penilaian dan memberikan masukan untuk bawahan, tidak objektif pastinya," katanya.

Baca Lainnya