Jumat, 1 Maret 2019 13:26

Disdukcapil Keluarkan KTP-el Bagi WNA, Kok Bisa?

Reporter : Fery Bangkit 
Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Cimahi.
Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi ternyata sudah mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi dua Warga Negara Asing (WNA).

"Selama saya menjabat, baru 2 (dua) KTP-el yang dikeluarkan bagi WNA," terang Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, M Suryadi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jum'at (1/3/2019).

Baca Juga : 27 Bule di Kab Bandung Punya KTP-el

Dikatakan Suryadi, pemberian KTP bagi WNA bukan hal baru dan itu diperbolehkan sepanjang tidak melanggar aturan. Terlebih lagi, dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan bahwa WNA bisa mendapatkan KTP selama memenuhi syarat. Itupun dengan catatan, di dalam KTP ada keterangan asal negaranya.

"Kalau KTP orang asing diatur oleh undang-undang, memang boleh dengan catatan beberapa syarat. Dan di KTP tertera negaranya, misal dari China ya China," jelasnya.

Ditegaskan Suryadi, syarat untuk mendapatkan KTP bagi WNA cukup ketat. Di antaranya harus memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kitap merupakan jenis izin tinggal bagi WNA yang berlaku selama lima tahun dan bisa diperpanjang.

Untuk mendapatkan Kitap, WNA yang berstatus pekerja asing dan sebagainya harus tinggal selama tiga tahun berturut-turut di Indonesia. Untuk WNA yang menikah dengan WNI, harus tinggal minimal dua tahun berturut-turut.

"Kalau sudah punya Kitap, kalau mau ngajuin punya KTP dan KK boleh. Jadi kalau dinas mengeluarkan KTP asing dengan persyaratan lengkap, ya sah, legal secara hukum," tegasnya.

Namun, lanjut Suryadi, KTP bagi warga asing masa berlakunya tentu berbeda dengan KTP warga Indonesia. Jika KTP warga Indonesia berlaku seumur hidup, maka untuk KTP WNA memiliki masa berlaku. Mereka berkewajiban memperpanjang masa berlaku KTP-el sesuai dengan Kitap mereka.

Perihal keikusertaan WNA dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Suryadi menegaskan, meski memiliki KTP-el, mereka tetap tak bisa menyalurkan hak pilihnya. Sebab, hak pilih nanti hanya berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) asli.

"Iya tetap mereka gak bisa nyoblos. Yang bisa nyoblos itu cuma WNI," tandasnya.

Baca Lainnya