Rabu, 29 November 2017 17:05

Disdukcapil KBB: 95,6% Penduduk Sudah Terekam KTP Elektronik

Wahyu Diguna Kadisdukcapil KBB saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Pemanfaatan Data dan Kepemilikan Dokumen Kependudukan, di Hotel Panorama Lembang, KBB, belum lama ini.
Wahyu Diguna Kadisdukcapil KBB saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Pemanfaatan Data dan Kepemilikan Dokumen Kependudukan, di Hotel Panorama Lembang, KBB, belum lama ini. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Dari jumlah penduduk Kabupaten bandung barat (KBB) yang sudah wajib memiliki ktp yaitu sekitar 1.133.000, saat ini sudah terekam sebanyak 95,6% dan sisanya 52 ribu lagi masih belum direkam. Demikian pernyataan Kepala Disdukcapil KBB Wahyu Diguna belum lama ini.

"Delapan puluh empat persen diantaranya sudah jadi, dan saya merasa belum puas. Ada permaslahan duplicate record atau data ganda sebanyak 13 ribu, dan saya minta kepada pemerintah pusat untuk ditunggalkan. Kasihan mereka tidak memiliki KTP seumur hidup, karena masalahnya pada 2011-2012 ada technical error dan human error yang disebabkan, misalkan pada saat perekaman memakai lensa kontak dan perekaman dalam keadaan offline".

"Selain itu terhambatnya blangko, jaringan terganggu dan sarana prasarana, seputar alat rekam karena produk alat rekam yang ada saat ini sudah lama, yaitu produk sejak 2012 belum ada pembaharuan," jelasnya.

Agenda yang sangat penting saat ini adalah menjelang pilkada 2018, dan adanya pemilu 2019 yang akan datang, dimana syarat pemilihanya harus menggunakan KTP elektronik (E-KTP) dan E-KTP ini hanya bisa dilakukan apabila yang bersangkutan sudah melakukan perekaman.

"Bagaimana menuntaskan perekaman pada 2017, dan 2019 sampai pencetakan. Tidak bisa bekerja sendiri, dari tingkat kemetrian pusat sampai tingkat RT dan RW harus bersinergi dalam hal keseriusan untuk membuat pendataan kepada masyarakat," katanya.

Untuk itu Disdukcapil KBB menyelenggarakan DARLING (Kendaraan Keliling) untuk kemudahan masyarakat di seluruh KBB di lokasi terdekat. Secepatnya masyarakat hadir, karena tidak di pungut biaya.

Selain DARLING, inovasi pelayanan lainnya adalah BINGKISAN CERMAT. "Saat terjadi kelahiran pada bayi, maka bayi itu akan mendapatkan sekaligus tiga data kependudukan yang di sebut dengan three in one, yaitu akte kelahiran, kartu keluarga (KK), dan kartu identitas anak (KIA), dengan ketentuanya 0 tahun hingga 17 tahun kurang satu hari, anak - anak menggunakan KI, lalu setelah masuk 17 Tahun baru berhak memiliki E-KTP," pungkasnya.

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sae atuh

29 November 2017 12:06 Balas