Kamis, 26 Oktober 2017 15:00

Direview Anggaran, Pembangunan Pasar Atas Barokah Tertunda

Reporter : Fery Bangkit 
Beberapa pekerja sedang melakukan Pembangunan Pasar Atas Barokah, belum lama ini.
Beberapa pekerja sedang melakukan Pembangunan Pasar Atas Barokah, belum lama ini. [limawaktu]

Limawaktu.id - Pembangunan lanjutan pasar atas barokah (PAB), Kota Cimahi dipastikan tidak akan terealisasi tahun 2017. Pemerintah Kota Cimahi, selaku penanggungjawab proyek pembangunan hingga kini masih berkutat dengan proses peninjauan atau review perencanaan pendanaan.

"Kita fokus ke review anggaran perencanaan. Prosesnya sudah berjalan. Insyaalloh November beres review perencanaan," kata Adet Candra Purnama, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi, saat ditemui di Pemerintah Kota Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (26/10/2017).

Pembangunan PAB tahap pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Oktober 2016. Hingga akhir tahun 2016, pembangunan diklaim sudah mencapai 30% dengan menghabiskan anggaran sekitar 8 miliar dari dana pinjaman swasta.

Pasca selesai pembangunan tahap pertama, Pemerintah Kota Cimahi mewacanakan pembangunan akan dilanjutkan awal tahun 2017. Namun, dengan pembangunan kembali urung dilaksanakan, karena proses lelang yang tak kunjung selesai dan berbagai kendala lainnya.

Selang beberapa bulan, rencana berubah. Pemerintah Kota Cimahi berpaling dari dana pinjaman swasta dan mengambil opsi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Berdasarkan sisa hitungan rencana awal, dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan PAB diperkirakan mencapai Rp 92 miliar.

"Cuma catatan penting, gak mungkin Pemerintah Kota Cimahi menyediakan Rp 92 miliar. Makanya harus direview perencanaan," kata Adet.

Dijelaskannya, proses review perencanaan dimaksudkan untuk menekan pendanaan menjadi kurang dari Rp 92 miliar. Meski akan ada pengurangan nominal pendanaan, dipastikan Adet, tidak akan ada pengurangan kualitas.

"Hanya ornamen saja yang dikurangi. Ini sedang diolah, supaya uang untuk fisik Rp 92 miliar ditekan, tapi fungsi pasar tetap berjalan," ucap Adet.

Berdasarkan hitungan kasar hasil review sementara, lanjut Adet, pembangunan lanjutan PAB membutuhkan sekitar Rp 57 miliar. Namun, beber Adet, dalam APBD yang tengah dibahas, hanya dianggarkan Rp 40 miliar.

"Kalau anggaran tidak Rp 57 miliar, pasti akan dua tahap. Tapi dengan Rp 40 miliar, kita ingin memkasimalkan," tuturnya.

Sementara untuk proses lelang, kata Adet, harapannya dilakukan akhir tahun 2017. Namun, keputusan lelang pun tergantung pengesahan dari pihak DPRD Kota Cimahi.

"Belum ada lelang. Saya harus minta izin dulu ke dewan. Ketok palu dulu baru dilelangkan. Harapan akhir tahun bisa dilelangkan, awal tahun 2018 kontrak," jelas Adet.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Muhammad Yani memastikan, lanjutan pembangunan PAB tidak akan menggunakan dana pinjaman dari pihak swasta.

"Dari APBD, tidak dari pinjaman," ucap Yani. (kit)

Baca Lainnya