Rabu, 3 Oktober 2018 13:49

Dinsos Larang Penggalangan Bantuan di Jalanan

Reporter : Iman Mulyono
Kepala Dinsos PK Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Bandung, Rabu (0309).
Kepala Dinsos PK Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Bandung, Rabu (0309). [istimewa]

Bandung - Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsos PK) Kota Bandung secara tegas menyebut praktik penggalangan bantuan dijalanan merupakan kegiatan ilegal atau tidak berizin. Penggalangan bantuan tersebut dinilai dilakukan oknum yang memanfaatkan kejadian bencana untuk meraup keuntungan.

Kepala Dinsos PK Kota Bandung, Tono Rusdiantono menyatakan melarang masyarakat dan juga pihak lainnya melakukan penggalangan bantuan dijalan tanpa memiliki izin. Sebab, kata dia,terdapat prosedur yang harus ditaati seperti melakukan perijinan melalui kepada Dinsos.

Baca Juga : Dihantui Sesar Lembang, Jurnalis Cimahi-KBB Galang Dana untuk Palu-Donggala

"Apapun itu bentuknya tidak boleh dan itu juga melanggar aturan dan mengganggu Ketertiban, Keindahan dan Kenyamanan (K3)," kata Tono di Bandung, Rabu (03/09).

Dikatakan dia, terdapat persyaratan yang harus ditempuh untuk bisa melakukan penggalangan dana, antara lain mengajukan perijinan dengan melampirkan keterangan domisili dan juga akta notaris. Kemudian, organisasi atau masyarakat harus diaudit lembaga resmi.

"Jadi kalau belum di audit dan tidak ada izin Dinsos mending diabaikan," kata dia.

Maka dari itu, Tono menegaskan agar tidak ada lagi yang melakukan penggalangan sumbangan di jalan. Dirinya memastikan kegiatan tersebut tidak berizin dan pelaku penggalangan bantuan bisa dikenakan sanksi.

Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak lagi memberikan sumbangan yang dilakukan pihak tertentu. Terlebih, jika penggalangan bantuan tersebut dilakukan di jalanan dan tidak memiliki perijinan yang jelas.

"Mending menyumbang lembaga zakat yang resmi seperti di bank bri bank mandiri," kata dia.

Baca Lainnya