Jumat, 6 Oktober 2017 15:55

Dinilai Tak Konsisten, Panitia BIAF Kecewakan UKM

News Gelaran BIAF Cimahi
Baros International Animation Festival (BIAF) 2017 digelar mulai hari ini.
Baros International Animation Festival (BIAF) 2017 digelar mulai hari ini. [JabarProv]

Limawaktu.id,- Dalam proses pendaftaran tenant Baros International Animation Festival (BIAF) tahun 2017, Pemerintah Kota Cimahi mengakui ada kesalahan.

Permasalahan mencuat ketika salah satu UKM, yakni Me'ja Kopi mendaftar menjadi salah satu pengisi tenant BIAF. Pelaku usaha tersebut sudah masuk 34 besar, dari jumlah maksimal yang ditetapkan Pemerintah Kota Cimahi.

Namun, Me'ja Kopi diminta mundur secara tiba-tiba oleh Pemerintah Kota Cimahi, melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, dengan alasan sudah ada tenant yang sama, yang mendaftar terlebih dulu.

Atas permasalahan tersebut, Irma Komalasari, Kepala Seksi Pengembangan Iklim dan Promosi DPMPTSP mengakui, ada kesalahan dari pihaknya dalam pendaftaran tenant BIAF 2017.

“Betul dalam pendaftarannya ada kesalahan pada kami dan kita sudah minta maaf,” ujarnya, ketika dihubungi via sambungan telepon, Jum'at (6/10/2017).

Dijelaskannya, dalam pendaftaran tenant ini, pihaknya hanya menerima maksimal 43 pelaku usaha untuk membuka stand dalam BIAF.

Namun, dengan alasan untuk pemerataan, pihaknya hanya menerima satu jenis usaha. Misalnya, hanya satu pelaku usaha kopi.

“Pada dasarnya, kita saring jangan sampai ada yang sama didalamnya. Memang di sini ada miss komunikasi di kami sendiri, ternyata prodak kopi tersebut sudah ada,” ujarnya.

Setelah melalui berbagai komunikasi, termasuk melakukan audiensi dengan DPRD Kota Cimahi, hasilyna tetap sama bahwa Me'ja Kopi tidak bisa ikut serta dalam BIAF 2017.

Solusinya, Pemerintah Kota Cimahi lagi-lagi mewacanakan UKM tersebut akan dilibatkan dalam kegiatan yang lain.

“Kompensasinya, kita akan ikutkan untuk acara serupa. Bahkan sudah kita tawarkan untuk kita promosikan,” kata Irma.

Sementara itu, Yanti Widia Owner Me'ja Kopi mengungkapkan, pihaknya sangat dikecewakan, atas inkonsistensi dari pihak penyelenggara. Menurutnya, aturan yang awal sudah dibuat, malah diubah secara tiba-tiba karena kebijakan atasan.

Sebab, kata dia, sejak awal ia menerima informasi, pihak penyelenggara menyatakan, tidak melarang tenant menjual produk yang sama.

“Tanggal 19 September kami menerima telepon dari dinas, meminta kami mundur. Kebijakan itu membuat kami diputus secara berpihak dan cukup mengecewakan. Terlebih, program bazzar ini sudah dipublikasikan,” ungkapnya. (kit)