Rabu, 3 Januari 2018 17:07

Dinilai Lambat dan Tak Adil Terkait Dana Hibah Guru Honorer, Ini Jawaban Kadisdik Kota Bandung

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Keluhan keterlambatan pencairan dana hibah untuk para guru honorer di Kota Bandung dan penilaian guru soal kriteria penerima yang dipandang tidak adil oleh guru honorer yang berusia lebih dari 60 (enam puluh) tahun, mendapat tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana berkilah bahwa dana hibah honorer guru merupakan usulan, "Kalau dana hibah itu berdasarkan usulan, bukan dibagikan, "jawabnya singkat saat dihubungi limawaktu.id, Rabu (3/1/18).

Baca Juga : Pembagian Dana Hibah Guru Honorer Kota Bandung Tak Adil ?

Ketika ditanya lebih lanjut atas dasar usulan siapa, Elih belum memberikan jawaban.

Sementara itu Maman Sulaiman Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung, yang berperan sebagai penyalur danah hibah guru honorer, saat dihubungi Limawaktu.id, hingga berita ini dibuat belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) sempat menggelar aksi shalat dhuha dan istighasah bersama di Halaman Masjid Raya Jawa Barat, Alun - alun Kota Bandung dan mengancam akan melakukan gugatan hukum terhadap Pemerintah Kota Bandung, karena keterlambatan pencairan dana hibah guru honorer tersebut.

Tak hanya soal keterlambatan, dana hibah guru honorer juga dipandang tidak adil oleh guru yang sudah berusia diatas 60 tahun.

H. Turiman Sudardjo guru di Perguruan Taman Siswa Kota Bandung menyebut pencairan dana hibah dinilai tidak adil, karena guru honorer yang telah berusia lebih dari 60 (enam puluh) tahun tidak termasuk yang mendapatkan jatah dan juga mekanisme pengambilan keputusan dipandang sepihak.

“Kami memohon agar pembagian dana hibah untuk guru honorer berdasarkan keadilan bukan kesepakatan sepihak tanpa melalui tahapan sosialisasi, minimal melalui wadah kami Badan Musyawarah Guru Swasta (BMPS), "katanya, Selasa (2/1).

Turiman yang sudah mengajar selama 43 tahun tersebut menyatakan, pemberian dana hibah yang berdasarkan usia itu tidak tepat, "Yang terjadi dilapangan untuk sekolah swasta ada yang menghonor baru empat bulan sudah mendapat dana hibah, tapi tidak sedikit mereka yang menghonor lebih dari empat puluh tahun malah nggak dapat," sebutnya. (jk)

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Eummmm

4 Januari 2018 0:12 Balas