Kamis, 21 November 2019 20:40

Dikira Kucing, Pas Dibuka Ternyata Bayi Mungil

Reporter : Fery Bangkit 
Bayi Mungil  Nouvan Alfiandra yang sengaja ditelantarkan Orangtuanya
Bayi Mungil Nouvan Alfiandra yang sengaja ditelantarkan Orangtuanya [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Warga Kampung Nihmah, Desa Cigugur Girang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) geger dengan penemuan bayu mungil di halaman rumah milik Euis (76) pada Kamis (21/11/2019) pagi.

Saat ditemukan oleh pemilik rumah, bayi malah tersebut disimpan di dalam kotak kardus bekas mi instan, bersama sajadah, kain dan sepucuk surat yang diduga ditinggalkan oleh orang tuanya. Bayi itu berjenis kelamin laki-laki.

"Saat Subuh, ibu melihat ada kardus di sudut pintu. Ibu dorong kardusnya pakai sapu, karena dikira anak kucing. Ternyata malah terdengar suara tangisan bayi, sudah serak suaranya," ungkap Euis saat ditemui di rumahnya, Kamis sore.

Kemudian Euis membuka kardus tersebut, dilihatnya bayi tersebut dalam keadaan telanjang dan agak menghitam, sebab diduga kedinginan. Tali pusarnya pun masih tergerai, tampak belum ditangani secara medis.

"Ibu kemudian lari ke rumah pak RW, untuk meminta pertolongan, kemungkinan bayi disimpan sekitar pukul 03.00 WIB, selepas ronda," terangnya. Setelah itu, bayi laki-laki seberat 3 kg itu kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk dicek kesehatannya. Untuk sementara bayi tersebut dirawat di rumah ketua RW setempat. "Alhamdulillah bayinya sehat, kebetulan pak RW baru kelahiran cucu. Jadi perlengkapan bayi masih ada," katanya.

Euis mengatakan, sejak pagi tadi, banyak warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut. "Ada perwakilan dari Daarut Tauhid juga yang mau merawat bayi itu, kalau warga dan pengurus RW sepakat untuk menunggu hasil perundingan dengan dinsos dan polisi untuk baiknya seperti apa," bebernya.

Kapolsek Cisarua Kompol Ikhwan Heriyanto menuturkan, bayi tersebut telah diberi nama Nouvan Alfiandra. Hal itu, sesuai dengan pernyataan penulis misterius yang meninggalkan surat bersama bayi dalam dus.

Surat itu ditulis menggunakan bahasa Sunda dan berisi permintaan untuk menitipkan Nouvan sementara waktu. Dalam surat itu pun dituliskan bila si penulis surat terkendala ekonomi untuk mengurusi Nouvan. Selain itu, menurut penulis, nyawa Nouvan kini sedang berada dalam bahaya.

"Diduga tulisan daripada orang tua bayi yang membuang bayi tesebut, bayi ditemukan di depan rumah salah satu warga di dalam kardus mie instan berlasakan sajadah dan ditutupi sarung. Bayi dalam keadaan sehat," ujar Ikhwan.

Ikhwan mengatakan, polisi telah mendatangi lokasi ditemukannya bayi dengan melibatkan unit Reskrim Polres Cimahi untuk melakukan pengusutan dengan memintai keterangan dari saksi sekaligus mencari barang bukti. "Tindakan polisi di TKP mengecek TKP dan memeriksa saksi-saksi," ucapnya. 

 

Baca Lainnya