Jumat, 2 Februari 2018 13:02

Difteri Masih Mengganas, Satu Warga Cimahi Meninggal Dunia

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,– Pasien difteri di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bernama Muhammad Dicki (50), warga Kampung Babakan Kidul RT 04/04 Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan cimahi Tengah Kota CImahi dilaporkan meninggal pada Kamis (2/2/2018) sekitar pukul 17.45 WIB.

“Tadi malam dapat wa (whatsapp) dinyatakan meninggal,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Ars Agustiningsih saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jum’at (2/2/2108).

Baca Juga : Dinkes Cimahi Lacak Kasus Difteri

Dikatakannya, Selasa (30/1) pihaknya mendapat informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat perihal adanya warga Kota CImahi yang terdiagnosis difteri. Pasien tersebut telah dirawat di RSHS dan membutuhkan ADS 80.000 iu.

“Dengan adanya informasi tersebut, petugas surveilans Dinas Kesehatan Kota CImahi melakukan pelacakan atau Penyelidikan Epidemiologi (PE) kasus ke RSHS dan domisili pasien,” ujarnya.

Baca Juga : Dinkes Cimahi Minta Warga Lapor ke Puskesmas

Berdasarkan hasil penyelidikan, Muhammad Dicki mulai merasakan sakit pada Jum’at (26/1), dengan keluhan demam dan bengkak di leher. Sabtu (27/1) sekitar pukul 17.00 WIB, orang tua pasien membawanya ke klinik. Kemudian diberikan obat.

“Diagnosa klinik saat itu adalah febris atau demam,” ucap Ars.

Baca Juga : Simak Penjelasan Dinkes Cimahi Soal Bahaya Difteri dan Pencegahannya

Selang dua hari, atau Senin (29/1), pasien masih mengalami demam dan terdapat gondongan dibagian lehernya. Lalu, pasien dibawa kembali ke klinik yang sama.

Kemudian, pihak klinik meruujuk pasien untuk mendapat penanganan di Rumah Sakit Kasih Bunda. Sebab peralatan kurang, akhirnya pasien dirujuk lagi ke Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat.

Baca Juga : Tengok Ketika Ngatiyana Disuntik Difteri

“Penderita langsung dirujuk ke RSHS karena ada pseudomembran dan mulai sesak nafas,” tutur Ars.

Berdasarkan pembahasan Tim Komite Ahli RSHS, penderita atau pasien membutuhkan segera ADS 80.000 iu. ADS itu diberikan pada Selasa (30/1). Dihari yang sama, penderita menjalani operasi pemasangan drain di bagian leher kanan dan kiri.

Berdasarkan pemantauan petugas surveilans Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Rabu (31/1), kondisi penderita dinyatakan baik, tetapi kondisi pernafasan agak berat. Dan keseokan harinya, Kamis (1/2), penderita dinyatakan meninggal.

Pacsa peristiwa tersebut, Dinas Kesehatan Kota Cimahi langsung melakukan pengambilan apus tenggorokan kepada kontak erat penderita, dengan maksimal sample 30 orang.

Selain itu, pihaknya juga akan menyebarluaskan kembali surat edaran tentang kewaspadaan dini Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri kepada seluruh rumah sakit, Puskesmas, klinik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Baca Lainnya